Bermula dari Kamar Operasi, Ini Kronologi 4 Dokter Bedah di RSUP Dr Kariadi Terpapar Corona

Taufik Budi ยท Minggu, 19 April 2020 - 10:00:00 WIB
Bermula dari Kamar Operasi, Ini Kronologi 4 Dokter Bedah di RSUP Dr Kariadi Terpapar Corona
Penanganan pasien terduga terjangkit virus korona di RSUP Dr Kariadi Semarang (Foto: iNews.id/Kristadi)

SEMARANG, iNews.id - Sebanyak 57 pegawai RSUP Dr Kariadi Semarang dinyatakan positif Covid-19. Dominasinya merupakan dokter dan tenaga medis, hingga harus menjalani observasi di kamar-kamar isolasi untuk memulihkan kondisinya.

Direktur Utama RSUP dr Kariadi, Agus Suryanto, mengatakan, pada pemeriksaan Selasa 14 April diketahui sebanyak 34 tenaga medis terpapar virus corona. Sebagian di antaranya merupakan dokter spesialis bedah saraf dan anak.

“Jadi alhamdulillah, sebagian besar dari yang positif itu semua tanpa gejala. Jadi 6 dokter spesialis, yang terdiri dari 4 dokter spesialis bedah saraf dan 1 dokter spesialis penyakit dalam serta 1 dokter spesialis anak,” kata Agus, Jumat (17/4/2020).

“Kemudian PPDS (Peserta Pendidikan Dokter Spesialis) ada 24 orang, yang mencolok adalah 15 PPDS bedah. Untuk nondokter ada 2 fisioterapis, 1 tenaga administrasi dan 1 tenaga perawat,” katanya.

Pihaknya melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab banyaknya petugas medis yang terpapar corona. Terdapat beberapa klaster yang diduga menjadi penyebab awal penularan Covid-19 bagi tenaga medis itu.

Setelah ditelusuri terdapat beberapa peningkatan ini terjadi di beberapa lokus. Yang pertama terdapat di lokus kelompok dokter bedah. Dimana salah satunya terlambat mengidentifikasi pasien Covid-19 yang sudah dilakukan operasi.

"Jadi ini salah satunya adalah terlambatnya identifikasi pasien Covid-19 itu sendiri sehingga diketahui setelah dilakukan operasi,” katanya.

Selanjutnya, kemungkinan penularan kedua yakni dari salah satu kelompok dokter obstetri yang sebelumnya menangani pasien hamil Covid-19 dan dioperasi.

“Kemungkinan kedua, sebetulnya di kelompok bedah ini sebenarnya ada di kelompok obgyn. Di kelompok dokter obstetri ini memang sudah teridentifikasi pasien ini positif. Hamil dan dilakukan operasi,” katanya.


Editor : Nani Suherni