Bisa Kantongi Rp45 Juta, Petani Bawang: Saat Pandemi Covid-19 Malah Untung Besar

Eddie Prayitno ยท Selasa, 02 Juni 2020 - 13:29 WIB
Bisa Kantongi Rp45 Juta, Petani Bawang: Saat Pandemi Covid-19 Malah Untung Besar
Panen Bawang Merah di Kendal, Jawa Tengah. (Foto: iNews/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id - Masa pandemi Covid-19 rupanya tidak berpengaruh pada petani bawang merah di Kendal, Jawa Tengah. Mereka justru meraup untung besar karena harga jual bawang merah di pasaran cukup tinggi.

Petani di Desa Kedunggading, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, kini mulai tersenyum. Hasil panen bawang merah di masa pendemi Covid-19 ini menjadi berkah buat mereka.

Saat ini pasokan bawang merah dari sejumlah sentra penghasil bawang merah masih sedikit. Panen di kali membuat mereka bisa mengantongi untung puluhan juta rupiah.

Salah satu petani bawang merah Jambari mengatakan, untuk luas 2 petak lahan bisa menghasilkan panen sekitar Rp40 juta hingga Rp45 juta. Sedangkan modal dan biaya pemeliharaan sekitar Rp20 juta hingga Rp25 juta. Sehingga, petani bisa mengantongi untung 100 persen dengan modal yang dikeluarkan.

"Saya per iring (2 petak) bisa dapat Rp40 juta sampai Rp45 juta. Paling murah itu paling Rp20 juta," katanya, Selasa (2/6/2020).

Hal senada diucapkan petani lain, Jumali. Saat pandemi Covid-19 ini petani diuntungkan dengan hasil panen yang laku dengan harga cukup tinggi.

"Saat pandemi Covid-19, kami malah untung besar. Alhamdulillah tahun ini sangat lumayan. Ini harga paling tinggi," kata Jumali.

Harga bawang merah diperkirakan akan mengalami penurunan setelah panen raya pada musim kemarau tiba. Bisanya di sentra penghasil bawang merah mulai panen raya saat Agustus dan September.


Editor : Nani Suherni