Blora Punya Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan

Antara ยท Senin, 24 Februari 2020 - 06:35 WIB
Blora Punya Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan
Acara peluncuran Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI) Kabupaten Blora, Jawa Tengah . (Foto: Antara)

BLORA, iNews.id – Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI) Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng) akhirnya diresmikan sebagai sistem penangan terpadu terhadap anak. Peresmian oleh Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng) ini diselenggarakan di kantor Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora pada Minggu (23/2/2020).

Dalam acara tersebut hadir Kepala Perwakilan UNICEF Pulau Jawa, Arie Rukmantara; Bupati Blora, Djoko Nugroho; Kepala Dinsos P3A Kabupaten Blora, Indah Puwaningsih serta sejumlah tamu undangan.

Bupati Blora, Djoko Nugroho mengatakan, semua pihak akan berkolaborasi untuk mencegah kekerasan anak dan memastikan hak mereka terpenuhi. PKSAI, diharapkan bisa mencegah kekerasan sejak dini. Setiap ada permasalahan anak, bisa langsung ditangani sebelum terjadi kasus-kasus kekerasan.

“PKSAI juga akan menjadi model layanan yang diperlukan, karena akan ada pelayanan dengan manajemen terintegrasi mulai dari pengaduan, pendampingan dan pelayanan,” katanya.

Menurut Djoko, setiap anak memerlukan dukungan hak dan perlindungan dari berbagai pihak, mulai keluarga, lingkungan dan pemerintah.

Layanan integrasi tersebut, juga menjadi tulang punggung mengatasi masalah kerentanan anak yang perlu ditangani sejak dini. Sistem tersebut tidak hanya tentang kekerasan anak, tetapi juga memastikan anak-anak yang mengalami masalah pengasuhan, keberlanjutan pendidikan, anak berkebutuhan khusus, anak dengan kemiskinan dan keterbatasan akses layanan dasar juga ikut disasar.

"Model layanan tersebut tidak hanya respons terjadinya kasus, namun juga pemetaan anak-anak kelompok rentan sehingga upaya ini mampu menekan angka anak yang bermasalah," katanya.

Layanan anak integratif, membutuhkan kerja kolaboratif dari lintas sektor untuk perlindungan anak dan kesejahteraan sosial. Hal ini bertujuan agar semua pihak tahu visi misi serta selaras dalam mengerjakan tugas yang menjadi bagiannya.

Pembentukan PKSAI Kabupaten Blora, juga merupakan bentuk apresiasi kepada anak-anak yang telah berani mengutarakan permasalahan sebelum terjadinya kasus kekerasan. Sistem terintegrasi tersebut membawa Kabupaten Blora untuk mendapat prioritas sebagai kabupaten layak anak.

Sementara Kadinsos P3A Kabupaten Blora, Indah Puwaningsih mengatakan ada 30 kasus anak yang ditangani di Blora tahun 2019. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yakni 23 kasus.

“Kehadiran PKSAI diharapkan akan ada penanganan lebih cepat dan bisa dilakukan deteksi dini,” katanya.

Kepala Perwakilan UNICEF Pulau Jawa, Arie Rukmantara mengatakan, peluncuran pelayanan PKSAI ini merupakan suatu capaian penting yang tidak hanya bagi Kabupaten Blora melainkan juga Indonesia. Terlebih dengan kompleksitas permasalahan kesejahteraan sosial dan perlindungan anak serta berbagai isu yang kerap dihadapi setiap hari.

Role model PKSAI diterapkan di berbagai daerah di Indonesia, seperti di Aceh dengan tiga daerah, Sulawesi Selatan dengan enam daerah, Jawa Timur dan Jawa Tengah masing-msing empat daerah, NTB dan Sulawesi Tengah sedang dalam proses pembentukan.

"Kami optimistis jika semua pihak berkomitmen untuk bekerja sama, tentu akan menciptakan pemenuhan hak anak serta lingkungan yang Iayak untuk anak-anak," katanya.

Agar mereka bisa tumbuh dan berkembang secara aman, maka semua pihak harus bisa memastikan anak-anak mencapai potensinya. Dia menyadari kerja keras dan tantangan yang menyertai usaha ini, kolaborasi yang kuat antar pihak di Kabupaten Blora akan menjadi pembeda.

Dengan merujuk data tentang kekerasan terhadap anak di Indonesia, maka harus ada upaya konkret yang bisa dilakukan untuk mencegah kekerasan itu.

"Jika semua pihak bisa kolaborasi bersama, kami optimistis angka kekerasan terhadap anak bisa terus ditekan. Termasuk melakukan pencegahan sejak dini dengan deteksi anak-anak rentan," katanya.


Editor : Umaya Khusniah