Bukan Empon-Empon, Warga Gunungkidul Racik Teh Minti yang Dipercaya Tangkal Korona

Kismaya Wibowo ยท Kamis, 05 Maret 2020 - 11:35 WIB
Bukan Empon-Empon, Warga Gunungkidul Racik Teh Minti yang Dipercaya Tangkal Korona
Racikan teh minti (Foto: iNews/Kismaya Wibowo)

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Aisyah Titi Sukartim warga Desa Pampang, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul, Yogyakarta, mengembangkan minuman herbal teh minti yang dipercaya bisa menangkal virus korona. Teh racikan Aisyah pun kini laris manis dicari pembeli.

Minuman teh herbal racikan Aisyah ini diklaim mampu meningkatkan imunitas tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit maupun virus korona. Rempah pilihan dalam teh minti tersebut terdapat kandungan alkaloids, flavonoids hingga iridoid.

Cara membuat teh minti ini pun terbilang mudah, yakni bunga teh yang sudah ada dicampur dengan berbagai rempah-rempah pilihan dimasukkan dalam satu wadah besar sebelum dibungkus kedalam kemasan kecil.

Aisyah mengaku rempah-rempah ini merupakan hasil tanam warga desa Pampang. Totalnya terdapat 1.800 meter lahan yang dikelola oleh 32 kepala keluarga yang berisi tanaman herbal.

Dia mengaku sudah berkecimpung di dunia tanaman herbal sejak tahun 1990an. Bahkan, dia sempat mendapatkan pendidikan akademik soal obat herbal di Arab Saudi selama 4,5 tahun

Paskamasuknya virus korona di Indonesia, Aisyah mengaku teh minti buatannya laris diserbu warga. Dalam sehari, dia mampu menjual 200 bungkus. Padahal biasanya hanya 40 bungkus per hari.

"Selama dua pekan ini, pembelian jamu herbal laku keras. Itu meningkat tajam," ucapnya, Kamis (5/3/2020).

Di rumah jamunya, Aisyah menjual 12 bungkus teh minti dengan harga Rp30.000.

Sementara itu, salah seorang konsumen teh minti Retno Wahyuni mengatakan, sudah mengonsumsi teh herbal tersebut sejak setahun terakhir. Dia pun merasa tubuhnya tidak mudah sakit setelah rutin meminum teh minti.

"Kurang lebih sudah satu tahun lebih minum sih. Rasanya ya jarang kena masuk angin. Badan tuh rasanya anget terus. Enggak ada keluhan," kata Retno.


Editor : Nani Suherni