Bukan PSBB, Ini Cara Ganjar untuk Tekan Penyebaran Covid-19 di Jateng

Taufik Budi ยท Kamis, 10 September 2020 - 20:35:00 WIB
Bukan PSBB, Ini Cara Ganjar untuk Tekan Penyebaran Covid-19 di Jateng
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Foto: Humas Pemprov Jateng)

WONOSOBO, iNews.id - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo belum berencana mengambil langkah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti yang dilakukan DKI Jakarta. Ganjar justru punya kebijakan lain yang diharapkan bisa menekan menekan penyebaran Covid-19.

Ganjar mengatakan, saat ini Pemprov Jateng memilih untuk mendorong penegakan hukum kepada para warga yang melanggar protokol kesehatan Covid-19. Pemerintah daerah juga akan menggencarkan sosialisasi agar masyarakat lebih tertib menaati protokol kesehatan demi menekan penyebaran virus corona.

"Kami belum berencana mengambil PSBB," kata Ganjar Pranowo, Kamis (10/9/2020).

Ganjar yang ditemui saat mengecek sekolah tatap muka di SMK Negeri 2 Wonosobo mengatakan, saat ini pihaknya sedang mendorong edukasi kepada masyarakat agar semuanya tertib protokol kesehatan. Selain itu juga langkah tegas berupa penegakan hukum bagi pelanggar protokol kesehatan.

"Penegakan hukum mulai kami lakukan serentak sejak 25 Agustus sampai akhir September nanti. Tentu ini bisa diperpanjang masanya kalau diperlukan. Kami butuh dukungan dari masyarakat untuk itu," katanya.

Menurut Ganjar, penegakan hukum sangat penting dilakukan untuk mendorong sosialisasi. Gerakan penegakan hukum dilakukan secara masif, termasuk di zona-zona merah di Jateng.

"Daerah Jawa Tengah yang sekarang zona merah Kota Semarang. Yang lain masih bisa kami kendalikan, tapi tidak boleh abai karena semua harus disiplin. Maka, penegakan hukum inilah yang kami minta dilakukan agar masyarakat mengerti dan memahami," katanya.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta resmi menarik rem darurat PSBB transisi dan mengembalikan PSBB seperti pada masa sebelum transisi. Kebijakan ini diambil karena kondisi pandemi Covid-19 di Jakarta saat ini sudah darurat.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, peningkatan kapasitas rumah sakit terus dilakukan seiring penambahan jumlah tenaga medis dan seluruh pendukungnya. Namun, apabila tidak dibarengi pengawasan ketat, tempat tidur akan penuh di minggu kedua Oktober mendatang dan masalah baru akan datang.

Anies menjelaskan, mulai Senin 14 September, seluruh kegiatan kembali dikerjakan di rumah, terkecuali 11 sektor usaha industri seperti yang telah disampaikan pada masa PSBB sebelum transisi. "Beribadah di rumah, bekerja di rumah dan berkegiatan di rumah," ucapnya.

Editor : Maria Christina