Canangkan Bulan Koin Muktamar NU, PKB Jateng Wajibkan Kader Bergerak ke Daerah

Kastolani ยท Kamis, 06 Februari 2020 - 19:15:00 WIB
Canangkan Bulan Koin Muktamar NU, PKB Jateng Wajibkan Kader Bergerak ke Daerah
Ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chudlori memulai pencanangan koin Muktamar NU di Semarang. (Foto: istimewa)

SEMARANG, iNews.id - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah mencanangkan bulan koin Muktamar Nahdlatul Ulama (NU). Dukungan koin Muktamar NU secara simbolis dimulai dari Ketua DPW PKB Jateng KH M Yusuf Chudlori, dalam "Diskusi dan Refleksi Hari Lahir ke-94 NU" yang digelar di kantor DPW PKB Jateng di Semarang, Rabu (5/2/2020) malam.

"Kita canangkan bulan koin Muktamar NU. Dimulai dari sini, dari DPW, FPKB DPRD Provinsi, kemudian gerak ke kabupaten/kota, sampai ke pengurus PAC dan Ranting. Semua anggota fraksi wajib bergerak. Setelah terwujud, nanti akan kita serahkan pada panitia Muktamar, melalui NU Jateng," ujar KH M Yusuf Chudlori melalui keterangan tertulisnya, Kamis (6/2/2020).

Acara dimulai dengan tahlil bersama untuk almarhum KH Sholahudin Wahid (Gus Sholah), dan para pendiri NU. Hadir dalam acara itu Rois Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh, Sekretaris PWNU Jateng KH Hudallah Ridwan, Wakil Ketua PWNU KH Mahsun, dan para Ketua Badan Otonom NU. Hadir pula, Dewan Syuro DPW PKB Jateng KH Haidar Muhaiminan Gunardo, KH Badawi Basyir, KH Tadzkir, Sekretaris DPW PKB Jateng Sukirman, dan para anggota FPKB DPRD Jateng.

Gus Yusuf mengatakan, upaya menghadirkan para sesepuh tersebut, selain untuk bersama-sama tahlil, juga untuk mendengarkan fatwa dan nasihat. "Satu kebanggaan dan kebahagiaan semua bisa hadir. Kami berharap doa dukungan dan masukan," tuturnya.

Apalagi, kata Gus Yusuf, PKB Jateng akan mengikuti pilkada di 21 kabupaten/kota pada tahun 2020 ini. "Ini perjuangan tidak ringan. Akan jadi ringan jika ada kebersamaan untuk sukseskan kader-kader terbaik NU dalam Pilkada. Kader yang diusung bisa berhasil di daerahnya," ujarnya.

Rais Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh mengatakan ada nilai historis yang tidak bisa dilupakan dalam pembentukan PKB. "Yakni untuk membawa aspirasi dari NU," ujar Gus Ubed, panggilan akrabnya.

Memasuki usia 100 tahun (1 abad), kata Gus Ubed, harus ada kepemimpinan yang kuat dan bisa mengimplementasikan gagasan-gagasan NU. "Juga harus satu gerakan terus menerus, tidak boleh berhenti. Ini menjadi tantangan ke depan," katanya.

Menurut Gus Ubaid, hal itu juga harus dilakukan PKB. Menurutnya, dalam politik, harus kerja efektif, dan tertib. "Tanpa ini tidak akan maju. Memang di sinilah dalam perkumpulan itu diuji," ucapnya.

Sekretaris PWNU Jateng KH Hudallah Ridwan mengatakan tema yang diusung dalam Muktamar NU di Tahun 2020 ini adalah Kemandirian. "Kunci kemandirian ini adalah ideologisasi kuat, organisasi sehat," katanya.

Hudallah tak memungkiri, PKB lahir dari NU. Karena itu, visi dan pandangan PKB tak bisa lepas dari NU.


Editor : Kastolani Marzuki