Bantu Masyarakat, PKB Jateng Buka Posko Siaga Bencana

Kastolani ยท Selasa, 21 Januari 2020 - 02:02:00 WIB
Bantu Masyarakat, PKB Jateng Buka Posko Siaga Bencana
Ketua DPW PKB Jateng KH M Yusuf Chudlori saat membuka posko siaga bencana. (Foto: istimewa)

SEMARANG, iNews.id - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah membuka posko siaga bencana. Posko ini akan mengoordinasikan posko serupa yang dijalankan para pengurus cabang di 35 kabupaten/kota di provinsi ini.

Ketua DPW PKB Jateng KH M Yusuf Chudlori mengatakan, keberadaan posko siaga ini merupakan upaya dari partainya untuk terlibat, membantu, hingga mengadvokasi masyarakat dalam situasi bencana apa pun.

“Karena saat ini sudah memasuki musim hujan, tentu ada beberapa ancaman bencana yang bisa saja terjadi. Dengan adanya posko ini, kita siap untuk membantu dan melayani masyarakat, sekaligus sebagai pusat koordinasi tanggap bencana,” ujarnya saat peresmian posko siaga bencana di halaman kantor DPW PKB Jateng di Semarang, Senin (20/1/2020).

BACA JUGA: Jelang Pilkada 2020, PKB Jateng Soroti Netralitas ASN

Gus Yusuf, panggilan akrabnya, menambahkan, Jateng merupakan salah satu provinsi dengan risiko bencana yang cukup tinggi. Atas dasar itulah, pihaknya juga mengajak jajarannya, hingga pihak lain untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana tersebut.

Saat ini, kata Gus Yusuf, PKB sudah menginstruksikan 35 pengurus kabupaten/kota di Jateng untuk memantau kondisi daerah masing-masing, untuk kemudian melakukan koordinasi dengan posko wilayah. “Untuk operasional, dan teknis, nanti kita serahkan kepada Garda Bangsa dan Perempuan Bangsa,” ucapnya.

Ketua Garda Bangsa PKB Jateng M Hendri Wicaksono mengatakan, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, pada tahun 2019 lalu terjadi 2.179 kasus bencana alam di provinsi ini. “Situasi ini tentu harus menjadi perhatian kita bersama untuk selalu siap siaga dalam menghadapi ancaman bencana yang mungkin terjadi,” katanya.

BACA JUGA: NU Peduli Jateng Salurkan Bantuan Bagi Warga Korban Banjir Grobogan 

Selain itu, kata Hendri, ada 1.691 desa yang rawan bencana banjir, 2.136 desa rawan bencana longsor, dan 658 desa rawan bencana angin puting beliung. “Badan Metereologi, Geofisika, dan Klimatologi juga memprediksi puncak musim penghujan Januari hingga Februari, bahkan bisa sampai Maret. Tentu hal ini perlu langkah-langkah antisipasi, hingga upaya penanganan saat ada kejadian bencana,” ujarnya.


Editor : Kastolani Marzuki