get app
inews
Aa Text
Read Next : Gempa Hari Ini Magnitudo 4,3 Guncang Kuta Selatan Bali

Candi Joglo Grobogan Jateng Sajikan Nuansa dan Budaya Bali di Pulau Jawa

Minggu, 20 Oktober 2019 - 11:57:00 WIB
Candi Joglo Grobogan Jateng Sajikan Nuansa dan Budaya Bali di Pulau Jawa
CandiJoglo di Grobogan Jateng sajikan nuansa Bali di Pulau Jawa, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. (Foto: iNews.id/Rustaman Nusantara).

GROBOGAN, iNews.id – Nuansa Pulau Dewata berikut tari tradisionalnya kini tak hanya dapat dinikmati di Bali. Di Kota Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) ada tempat wisata candi yang menyuguhkan tari-tari asal Bali lengkap dengan suasananya.

Candi yang menyajikan karateristik Bali itu bernama Candi Joglo. Candi ini terletak di Jalan Pemuda Sukoharjo, Sukoharjo, Krangganharjo, Kec. Toroh, Kabupaten Grobogan.

Candi Joglo bisa dikatakan merupakan perpaduan budaya Jawa dan Budaya Bali. Di bagian gapura, arsitekturnya kental dengan ciri khas Bali. Sementara, usai memasuki gapura, terdapat sebuah rumah tradisonal Jateng yakni joglo.

Tempat bersejarah ini merupakan salah satu petilasan awal mula munculnya Kerajaan Medang Kamulan yang dipimpin Prabu Dewata Cengkar. Ornamen-ornamen Bali terasa kental sejak memasuki gerbang candi.

Selain alunan musik tradisional, di obyek wisata ini, mata pengunjung juga akan disuguhi arsitektur candi Hindu seperti yang banyak terdapat di Bali. Lengkap dengan aroma dupa dan sesaji bunga-bunga di beberapa titik.

Sebelum memasuki gapura, pengunjung juga dapat menambah pengetahuan tentang sejarah Pulau Jawa terutama Kerajan Medang Kamulan. Sementara di dalam joglo, terdapat banyak benda-benda sejarah yang masih tersimpan seperti lingga, keris dan lesung yang menjadi peninggalan masa Kerajaan Medang Kamulan, Prasasti Linggayoni hingga patung leak .

Pengunjung dapat berfoto ria dan juga menikmati suguhan tari tradisional Bali di antaranya Tari Kecak, Tari Barong, Tari Pendet dan Sendratari Ramayana. Penarinya ada yang berasal dari Bali dan juga Grobogan.

Menurut pengelola candi, Muhadi, pihaknya sengaja mendatangkan beberapa penari asal Bali dalam tari pembuka dalam kunjungan wisatawan. Tujuannya, agar wisatawan benar-benar merasa sedang di Pulau Bali.

“Wisatawan yang pernah berkunjung meminta agar semua budaya Bali bisa dimasukkan kedalam Candi Joglo,” kata Muhadi.

Dia mengatakan pengelola sengaja memadukan tarian dari Bali yang dikolaborasikan dengan tari wayang orang dari Jawa. Tarian Bali digunakan sebagai tari sambutan sementara tari wayang orangnya sebagai tari hiburannya.

Seperti salah satu penari yang sedang menempuh pendidikan di Kota Grobogan, Niluh Desita Apriliani. Dia bersama dua penari lainnya, Rifai dan Andy dari Purwodadi sering menampilkan keahliannya menari di hadapan wisatawan.

Desita mengaku senang bisa kembali menari. Mahasiswi salah satu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) di Grobogan ini biasanya menari saat ada waktu luang di sela kegiatan belajarnya.

“Saya belajar menari dari kecil, karena sudah jadi budaya sejak kecil untuk belajar menari,” katanya.

Dia mengaku merasakan perbedaan menari tarian Bali di Jawa dan di Bali. “Kalau menari di depan orang Jawa karena mereka tidak terlalu familiar dengan tari Bali, jadi kesannya wah gimana gitu,” katanya.

Saat pertunjukan tari berlangsung, pengunjug juga dapat menari bersama para penari di pelataran bawah.

Sebelum memasuki kawasan candi, pengunjung diwajibkan menyewa dan memakai kain motif kotak-kotak warna hitam putih. Petugas akan membantu mengenakannya kepada pengunjung.

Selain itu, pengunjung pria akan memakai ikat kepala khas Bali. Sementara pengunjung wanita akan memakai ikat kepala bunga seperti yang sering dipakai oleh penari di Bali.

Seperti salah satu pengunjung yang bernama Sinto Adri asal Temanggung, Jateng yang mengaku penasaran dengan candi bernuansa Bali ini. Selain itu, dia mengaku dengan mengunjungi Candi Joglo ini, kerinduannya pada Pulau Dewata sedikit terobati.

“Tempat wisatanya keren, murah meriah, saya tidak menyangka di kota ini ada tempat seperti ini, tidak usah jauh-jauh ke Bali, di sini ada,” katanya.

Pada akhir pekan, pengunjung candi dapat mencapai lima ribu orang dan dalam satu pekan, jumlah pengunjung bisa mencapai delapan ribu orang. Untuk dapat menikmati suasana Bali di Jateng ini, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk. Sebagai gantinya, pengunjung hanya mengganti uang sewa atribut Bali yang mereka kenakan sebesar Rp10 ribu.

Editor: Umaya Khusniah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut