Cari Spot Swafoto, 2 Mahasiswa UKSW Tewas di Air Terjun Pragakan

Lurisa Lulu ยท Rabu, 11 Juli 2018 - 12:43:00 WIB
Cari Spot Swafoto, 2 Mahasiswa UKSW Tewas di Air Terjun Pragakan
Polisi saat mengidentifikasi kedua jenazah mahasiswa di rumah sakit. (Foto: iNews/Lurisa Lulu)

SEMARANG, iNews.id – Nasib malang dialami dua mahasiswa asal Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), saat mencari lokasi spot bagus untuk berswafoto. Keduanya justru tewas setelah tenggelam di lokasi air terjun Pragakan, Desa tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Selasa (10/7/2018) malam.

Informasi yang dirangkum iNews, awalnya kedua korban yakni Marcel Steveni Sumarno (19) dan Yulian Adiansyah Slawinata (19), bersama seorang rekannya Daniel Tanudjaja, datang ke lokasi air terjun tersebut. Ketiga mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi UKSW itu berasal dari Cirebon, Jawa Barat (Jabar).

Setiba di sana, mereka didampingi dua warga setempat langsung mencari spot yang bagus berswafoto. Namun sebelumnya saat kedatangan, warga sudah melarang mereka untuk ke air terjun karena lokasinya sudah ditutup.

Peringatan itu tak diindahkan dan mereka pun tetap nekat karena penasaran. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), korban Yulian melepas sepatunya karena bebatuan di sekitar air terjun licin. Tetapi dia ceroboh hingga kaos kakinya masuk ke dalam air terjun. Yulian pun berupaya mengambil dan masuk ke air.

Mendadak korban tenggelam dan meminta tolong. Rekannya Marcel langsung bereaksi dengan melepas jaket serta sepatu dan langsung loncat ke kolam air terjun. Nahas keduanya justru terbawa pusaran air.

Melihat peristiwa itu, Daniel panik dan mencari kayu untuk membantu kedua rekannya. Dia dibantu dua warga setempat yang ada di lokasi. Karena tak berhasil, salah satu warga kemudian berlari ke kampung untuk mencari bantuan. Namun sayangnya, saat dievakusi kedua nyawa korban sudah tidak tertolong.

“Kami mendapat laporan dari masyarakat dan langsung lakukan pemeriksaan. Tidak ditemukan ada tanda kekerasan dan hal ini murni musibah,” kata Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Yusi Andi Sukmana, Selasa (10/7/2018).

Kedua jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Kota Salatiga. Di sana, puluhan rekan-rekan korban dan dosen UKSW menunggu hasil pemeriksaan visum. Pihak universitas memastikan kedua korban merupakan mahasiswa aktif dan akan bertanggung jawab untuk pengurusan jenazah.

“Kami sudah menghubungi anggota keluarga korban untuk proses pengantaran jenazah,” kata Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan UKSW Andeka Rocky Tanaamah.

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: