Dampak Virus Korona di China, Apotek di Solo Kehabisan Stok Masker

Septyantoro ยท Kamis, 06 Februari 2020 - 15:50 WIB
Dampak Virus Korona di China, Apotek di Solo Kehabisan Stok Masker
Konsumen membeli masker di apotek di Solo, Kamis (6/2/2020). (Foto: iNews/Septyantoro)

SOLO, iNews.id - Ketersediaan masker di beberapa apotek di Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) mulai menipis pascakasus penyebaran virus korona di China. Kondisi ini berdampak pada kenaikan harga masker di apotek.

Salah satu apotek terbesar di Kota Solo Sari Asih sejak beberapa hari ini kekurangan stok masker, baik masker jenis N90 maupun masker biasa.

Pengelola apotek Sari Asih Sri Wuryastati mengatakan, stok masker di sejumlah apotek kosong. Dia mengaku setiap hari banyak pelanggan mencari masker usai mewabahnya virus korona. Sri menilai, kelangkaan masker karena produk ini juga diekspor ke China dan Hongkong.

Sri mengaku membatasi penjualan maskernya agar semua konsumen membeli secara rata.

"Ini mulai langkanya setelah isu virus korona mulai santer. Kebanyak stok di Indonesia juga mungkin dikirim ke Hongkong maupun China," katanya, Kamis (6/2/2020).

Dia mengaku, harga dari distributor yang diterima juga mengalami kenaikan cukup tinggi. Untuk masker biasa harganya naik dua kali lipat, dari harga Rp22.500 per dus (isi 50) naik menjadi Rp35.000 per dus.

Sementara untuk masker N95 saat ini harganya mencapai Rp150.000 yang sebelumnya dijual Rp25.000.

"Iya produsen harus produksi lebih banyak dan jangan mengambil kesempatan untuk menaikkan harga," ujarnya.

Kelangkaan ini tidak hanya terjadi di apotek. Sejumlah distributor masker di Kawasan Nonongan, Solo yang biasa menjual peralatan medis pun kehabisan stok.

Salah satu penjual masker eceran Eko Heru mengaku sudah mencari masker di beberapa toko, namun hasilnya nihil. Dia sudah mencari masker sejak Senin (3/2/2020) untuk dijual kembali.

Biasanya, Eko sehari bisa menjual dua sampai tiga dus masker. Namun sejak merebaknya virus korona dia tidak kebagian masker untuk dijual.

"Saya jual buat pekerja yang di pabrik-pabrik. Ini sudah kosong semua pak. Sudah sampai muter-muter kosong semua," ujarnya.


Editor : Nani Suherni