Datang ke Jateng, Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel Bahas Omnibus Law Bareng Ganjar

Taufik Budi ยท Jumat, 11 September 2020 - 11:39 WIB
Datang ke Jateng, Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel Bahas Omnibus Law Bareng Ganjar
Gubernur Ganjar Pranowo menerima Rachmat Gobel Wakil Ketua DPR RI dalam rangka Silaturahmi di Puri Gedeh. Jumat (11/9/2020). (Foto: Dok Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, iNews.id - Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Rumah Dinas Puri Gedeh, Jumat (11/9/2020) pagi. Pertemuan singkat tersebut membahas investasi Industri Kecil Menengah dan omnibus law yang menguntungkan bagi usaha kecil menengah.

"Hari ini menyampaikan dan membahas bagaimana kondisi industri kecil menengah atau usaha kecil menengah di daerah-daerah. Khususnya sektor handicraft, mebel, tekstil, batik, dan juga sektor kuliner yang akan dikunjungi di daerah Jepara dan beberapa daerah lainnya," kata Rachmat Gobel usai bertemu Ganjar.

Gobel menjelaskan dalam masa pandemi Covid-19 ini banyak hal yang bisa menjadikan kegiatan industri menurun. Di samping itu pemerintah juga sedang mendorong undang-undang tentang tenaga kerja atau omnibus law.

"Nah bagaimana itu (undang-undang) bisa mendukung industri kecil menengah. Untuk itu kami mengunjungi agar bisa mendapat masukan dan nanti bisa didiskusikan dengan pemerintah pusat," katanya.

Dia menambahkan pemerintah dalam menarik investasi tidak hanya untuk usaha makro saja tetapi juga harus memerhatikan investasi untuk usaha mikro. Hal ini juga harus menjadi kontrol bersama agar industri kecil tetap hidup dan berkembang, terutama pada masa pandemi Covid-19.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan kunjungan Rachmat Gobel untuk melihat langsung suasana masyarakat ketika pemerintah pusat dan DPR akan membahas undang-undang omnibus law, khususnya tentang investasi.

"Beliau mau lihat langsung kira-kira UKM itu ada di mana. Apakah bisa masuk dalam sistem undang-undang ini dan menguntungkan. Mana yang musti diproteksi, mana yang boleh dibuka, dan mana yang boleh setengah buka saja," katanya.


Editor : Nani Suherni