Densus 88 dan Pemprov Jateng Kolaborasi Putus Regenerasi Teroris, Ini yang Dilakukan

Ahmad Antoni ยท Selasa, 04 Oktober 2022 - 12:16:00 WIB
 Densus 88 dan Pemprov Jateng Kolaborasi Putus Regenerasi Teroris, Ini yang Dilakukan
Wagub Jateng Gus Yasin saat berbincang dengan Direktur Idensos Densus 88 Antiteror Polri Brigjen Pol Arif Makhfudiharto dan Kepala Unit Idensos Satgaswil Jateng AKBP Bambang Prasetyanto. (Ist)

SEMARANG, iNews.id - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dan Pemprov Jateng berkomitmen untuk memutus mata rantai radikal teror di lingkungan keluarga. Salah satunya, terkait anak dari narapidana terorisme (napiter) maupun eks napiter untuk diarahkan ke pondok pesantren (ponpes) yang moderat.

Pasalnya, kecenderungan dari orangtua dengan latar belakang tersebut akan memasukkan anak-anak mereka ke ponpes yang terafiliasi maupun punya history dengan aktivitas radikal teror. Salah satu tujuannya, regenerasi.

Direktur Identifikasi dan Sosialisasi (Idensos) Densus 88 Antiteror Polri Brigjen Pol. Arif Makhfudiharto mengatakan regenerasi teroris itu perlu diputus mata rantainya.

"Ada persoalan yang belum bisa kami tangani sendiri. Ketika anak-anak (napiter atau eks napiter) bisa disekolahkan ke ponpes yang moderat, ketika tumbuh kembang dewasa kami tidak khawatir mereka jadi regenerasi teroris," kata Arif  dalam siaran pers, Selasa (4/10/2022).

Hal itulah, kata dia, yang perlu kerja sama untuk mencari solusinya. Pihaknya, sebut Arif, berkeinginan untuk menjadikan mereka masyarakat yang bisa diterima lingkungannya secara luas. Termasuk anak-anak mereka. Sehingga, mereka punya wawasan nasionalisme, mencintai tanah airnya.

"Tidak lagi mengembangkan ajaran-ajaran yang ekstrem, yang merugikan kehidupan berbangsa dan bernegara di kemudian hari," katanya. 

Menurutnya, Gus Yasin dipandang sebagai sosok yang pas untuk bisa bekerja sama mengurai persoalan tersebut. Apalagi, Gus Yasin memang tokoh yang lahir dengan latar belakang pesantren. 

Editor : Ahmad Antoni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: