Deretan Kota Terbesar di Jawa Tengah, Nomor 2 Ternyaman di Indonesia
SOLO, iNews.id - Deretan kota terbesar di Jawa Tengah karena menjadi pusat pemerintahan, bisnis, ekonomi, sosial maupun budaya. Kota-kota ini memiliki jumlah penduduk yang padat.
Jawa Tengah merupakan provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Jawa. Provinsi ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat di sebelah barat, Samudra Hindia dan Daerah Istimewa Yogyakarta di sebelah selatan, Jawa Timur di sebelah timur, dan Laut Jawa di sebelah utara.
Provinsi Jawa Tengah memiliki 35 kabupaten/kota. Dari jumlah itu, beberapa di antaranya termasuk kota terbesar di Jawa Tengah. Berikut deretan 6 kota terbesar di Jawa Tengah:
1. Kota Semarang
Kota terbesar di Jawa Tengah yang pertama adalah Kota Semarang. Kota ini menjadi ibu kota Jawa Tengah sekaligus menjadi pusat pemerintahan di tingkat provinsi. Kota Semarang dibatasi sebelah barat dengan Kabupaten Kendal, sebelah timur dengan Kabupaten Demak, sebelah selatan dengan Kabupaten Semarang dan sebelah utara dibatasi oleh Laut Jawa dengan panjang garis pantai meliputi 13,6 kilometer.
Luas wilayah Kota Semarang tercatat 373,78 kilometer persegi. Jumlah penduduk Kota Semarang tahun 2021 sebanyak 1.656.564 jiwa. Kepadatan penduduk cenderung naik seiring kenaikan jumlah penduduk. Kepadatan penduduk Kota Semarang sekitar 4.780 per kilometer persegi.
Kota Semarang menjadi daerah dengan perekonomian terbesar di Jawa Tengah pada tahun 2020. Ini terlihat dari produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) Kota Semarang yang sebesar Rp189,26 triliun.
Kota Semarang menjadi kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia sesudah Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung. Kota Semarang merupakan kota terbesar dan terpadat pertama di Provinsi Jawa Tengah. Ekonomi Kota Semarang cukup besar karena statusnya sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah.
Di Kota Semarang terdapat sejumlah perguruan tinggi ternama, baik negeri maupun swasta. Bahkan berdasarkan peringkat universitas di Indonesia menurut Webometrics, terdapat 6 universitas di Semarang termasuk 100 universitas terbaik Indonesia.
2. Kota Solo
Kota terbesar di Jawa Tengah berikutnya adalah Kota Solo. Wilayah ini menjadi kota paling padat penduduk di Jawa Tengah. Penetapan berdasarkan data pada buku Jawa Tengah Dalam Angka 2021 terbitan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah. Jumlah penduduk Kota Solo mencapai 522.364 jiwa. Setiap kilometer persegi dihuni 11.353,27 jiwa pada 2020. Kota Solo pada sisi timur dilewati Sungai Bengawan Solo. Kota ini termasuk dalam kawasan Solo Raya, sebagai kota utama.
Bersama dengan Yogyakarta, Kota Surakarta atau Kota Solo merupakan pewaris Kerajaan Mataram Islam yang dipecah melalui Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Kota Solo merupakan tempat tujuan wisata dan pusat kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi di Kota Solo berlangsung 24 jam nonstop. Kota Solo juga dinobatkan sebagai kota ternyaman di Indonesia. Predikat diberikan Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) pada tahun 2018.
Hal itu memicu kedatangan penduduk dari daerah lain mengingat biaya hidup di Solo rendah. Tingkat migrasi di Solo tinggi, antara lain karena faktor tingginya kesempatan memperoleh pekerjaan, peluang ekonomi produktif, pusat perdagangan dan pendidikan, serta berbagai fasilitas yang ada.
Solo memiliki Universitas Sebelas Maret (UNS) yang termasuk katagori 50 universitas terbaik di Indonesia. Juga terdapat Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Selain itu terdapat 52 universitas swasta lainnya, seperti Universitas Slamet Riyadi, Universitas Tunas Pembangunan, Universitas Setia Budi, STIKES Muhammadiyah, Universitas Islam Batik dan lainnya. Solo kini juga menjadi tempat tujuan studi para lulusan SMA dari seluruh Indonesia. Pusat bisnis di Kota Solo berada di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Beberapa bank, hotel, pusat perbelanjaan, restoran internasional, hingga tujuan wisata dan hiburan terletak di sepanjang jalan protokol ini.
3. Kota Pekalongan
Kota terbesar di Jawa Tengah selanjutnya adalah Kota Pekalongan. Pada tahun 2021, jumlah penduduk Kota Pekalongan sebanyak 315.997 jiwa dengan kepadatan 6.983 jiwa per kilometer persegi. Dengan luas 45,25 kilometer persegi, kota ini termasuk kota terbesar dan terpadat di Jawa Tengah. Kota Pekalongan merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah yang berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Batang di timur, serta Kabupaten Pekalongan di sebelah selatan dan barat. Pekalongan terdiri atas 4 kecamatan, yakni Pekalongan Barat, Pekalongan Utara, Pekalongan Timur, dan Pekalongan Selatan.
Perekonomian Kota Pekalongan cukup maju di antara kota-kota lain di Jawa Tengah, yaitu dalam bidang industri, perikanan dan properti. Dalam bidang perikanan, Kota Pekalongan memiliki sebuah pelabuhan perikanan terbesar di Pulau Jawa, Pelabuhan ini sering menjadi transit dan area pelelangan hasil tangkapan laut oleh para nelayan berbagai daerah.
Kota Pekalongan banyak terdapat perusahaan pengolahan hasil laut, seperti ikan asin, terasi, sarden, dan kerupuk ikan, baik perusahaan berskala besar maupun industri rumah tangga. Kota Pekalongan dikenal dengan julukan kota batik. Sebab batik Pekalongan memiliki corak yang khas dan variatif. Kota Pekalongan masuk jaringan kota kreatif UNESCO dalam kategori crafts & folk art pada Desember 2014 dan memiliki city branding World's city of Batik. Kota Pekalongan dikenal dengan batiknya yang mendunia. Tempat wisata di Kota Pekalongan tidak hanya wisata batik saja, tetapi terdapat juga wisata keagamaan, sejarah dan alam.
4. Kota Tegal
Kota Tegal termasuk sebagai kota terbesar di Jawa Tengah. Kota Tegal memiliki luas wilayah sekitar 39,68 kilometer. Pada tahun 2021, jumlah penduduk kota Tegal sebanyak 287.959 jiwa dengan kepadatan penduduk 7.257 jiwa per kilometer persegi. Keberadaannya sebagai salah satu sebagai kota terbesar dan terpadat di Jawa Tengah.
Perdagangan dan jasa merupakan sektor utama perekonomian Kota Tegal. Wilayah ini jadi tempat pengolahan akhir dan pemasaran berbagai produk dari kawasan Jawa Tengah bagian barat. Sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi penggerak sejumlah industri berbasis logam di Kota Tegal.
Industri kecil jadi pemasok spare part dan komponen mesin beberapa perusahaan otomotif di Jakarta. Industri di Kota Tegal banyak ditopang sektor industri maritim. Sejumlah perusahaan juga menempatkan fasilitas galangan kapal di sepanjang garis pantai Kota Tegal, khususnya di sekitar Pelabuhan Tegal.
Kota Tegal menjadi salah satu sentra perikanan utama di Pantura. Tegal terkenal dengan industri rumahan yang memproduksi shuttle cock badminton yang sudah banyak diekspor ke luar negeri. Beberapa industri kecil lainnya, seperti pembuatan sarung, konveksi, batik, mebel, dan pengolahan hasil perikanan. Kota Tegal pernah menjadi cikal-bakal berdirinya Korps Marinir seperti tercatat dalam Pangkalan IV ALRI Tegal dengan nama Corps Mariniers, pada 15 November 1945.
5. Kota Salatiga
Kota Salatiga masuk dalam jajaran kota terbesar di Jawa Tengah. Jumlah penduduk Kota Salatiga hingga akhir tahun 2021 berjumlah 193.525 jiwa. Kota Salatiga berjarak sekitar 53 kilometer dari Kota Solo, dan 50 kilometer dari Kota Semarang, serta dilintasi jalur arteri primer (jalan nasional) Jakarta-Semarang-Solo.
Karena menjadi perlintasan dua kota besar di Jawa Tengah (Semarang–Solo) dan perlintasan dari Jawa Timur (jalur tengah) ke Jawa Barat, maka transportasi darat yang melalui Kota Salatiga cukup ramai. Oleh karena itu, Kota Salatiga berpotensi menjadi kota transit.
Kota Salatiga merupakan bagian dari wilayah pengembangan kawasan strategis nasional Kedungsepur. Kawasan ini selain didukung oleh potensi sumber daya alam dan prasarana, juga memiliki letak yang strategis yang dapat mendorong pertumbuhan sektor industri, pariwisata, tanaman pangan dan perikanan.Di Kota Salatiga terdapat industri pengolahan yang berkembang, mencakup tekstil, produksi ban dan pemotongan hewan.
Di kota ini terdapat Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), salah satu universitas Kristen swasta ternama di Indonesia. Selain itu terdapat pula Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. Kemudian ada Institut Roncali, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer, Amika, Akbid ArRum, Akbid Bhakti Nusantara, sekolah perhotelan Wahid Hospitality School, sekolah berkuda Arrowhead, dan STIBA Satya Wacana.
6. Kota Magelang
Kota terbesar di Jawa Tengah selanjutnya adalah Kota Magelang. Pada tahun 2021, jumlah penduduk kota Magelang sebanyak 127.251 jiwa dengan kepadatan penduduk 7.919 jiwa per kilometer persegi. Kota ini terletak di tengah Kabupaten Magelang. Dulunya Kota Magelang adalah ibu kota dari Kabupaten Magelang, sebelum mendapat kebijakan untuk mengurus rumah tangga sendiri sebagai sebuah kota baru.
Luas Kota Magelang sekitar 18,12 kilometer persegi. Kota Magelang terletak pada jalur antara Kota Semarang–Yogyakarta. Kota ini merupakan kota terkecil di Provinsi Jawa Tengah. Meski demikian, Kota Magelang merupakan daerah dengan pendidikan yang maju, bersaing dengan Semarang dan Solo.
Perguruan tinggi di Magelang adalah antara lain Universitas Muhammadiyah Magelang (termasuk Akademi Kebidanan Muhammadiyah, Akademi Keperawatan Muhammadiyah, dan Politeknik Muhammadiyah), serta STMIK Bina Patria, serta Akademi Tirta Indonesia yang merupakan akademi tirta satu-satunya di Indonesia.
Selain itu juga terdapat perguruan tinggi negeri, yaitu Universitas Tidar Magelang yang statusnya dari perguruan tinggi swasta menjadi perguruan tinggi negeri pada 1 April 2014 melalui Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2014.
Demikian tadi rangkuman 6 kota terbesar di Jawa Tengah. Semoga bermanfaat.
Editor: Ary Wahyu Wibowo