Di-PHK Sepihak, Ratusan Buruh di Pekalongan Demo PT Pajitex

Suryono Sukarno ยท Selasa, 22 September 2020 - 19:30 WIB
Di-PHK Sepihak, Ratusan Buruh di Pekalongan Demo PT Pajitex
Buruh di Pekalongan melakukan aksi demo setelah di-PHK sepihak oleh perusahaan. (Foto: iNews/Suryono)

PEKALONGAN, iNews.id - Ratusan buruh pabrik PT Pajitex di Watusalam, Buaran, Kabupaten Pekalongan melakukan aksi demo di depan pabrik tersebut, Selasa (22/9/2020). Mereka memprotes kebijakan pabrik yang memutus hubungan kerja (PHK) sepihak pada ratusan karyawan kontrak.

“Perusahaan telah memutuskan hubungan kerja sepihak. Kalau yang pekerja kontrakan, sudah. Ada ratusan. Ini 257 karyawan juga terancam akan di PHK,” kata Sekretaris Serikat Pekerja Nasional PT Pajitex, Amir.

Para pekerja kontrakan yang semestinya menerima pesangon satu kali gaji, kata dia, ternyata tidak menerima gaji. Demikian juga untuk karyawan yang di-PHK juga tidak aka diberi pesangon dua kali lipat dari bayaran

“Uang pesangon, tidak sesuai dengan aturan yang ada. Pihak perusahaan hanya memberikan 0,75 persen dari bayaran yang diterima,” katanya.

Perwakilan PT Pajitex, Susilo mengatakan, perusahaan masih tetap mempertahankan angka 0,75 persen sebagai pesangon.

Dia mengaku tidak bisa memutuskan mengingat pihak perusahaan masih menunggu koordinasi dengan pihak manajemen perusahaan yang berada di Surabaya. Karena tidak menemukan titik temu, massa yang merupakan PDP SPN Pajitek, kemudian konvoi menuju ke Kantor Satuan Pengawas Ketenagakerjaan Wilayah Pekalongan di Jalan Pemuda.

Ketua SPN Kabupaten Pekalongan, Ali Sholeh menjelaskan, perusahaan harus mematuhi undang-undang saat mem-PHK karyawan.

Dia menambahkan, pihak perusahaan mem-PHK karyawan bukan karena merugi ditegah pendemi corona. Melainkan pergantian dari tenaga manusia ke mesin.

“Bukan karena merugi karena pendemi. Buktinya beberapa mesin pengganti tenaga manusia didatangkan. Beberapa bangunan baru tengah proses pembuatan. Artinya perusahaan mampu, bukan karena merugi,” katanya.

Kabid Hubungan Industrial Kantor Satuan Pengawas Ketenagakerjaan Pekalongan, Eni Nurhayati mengatakan, saat ini sedang diadakan pertemuan bipartit antara pekerja dan pihak perusahaan untuk mencari titik temu.

“Bila tetap tidak ada titik temu juga, mediator akan menerbitkan surat anjuran tertulis, yang aka diserahkan ke pekerja maupun pengusaha,” katanya. 


Editor : Kastolani Marzuki