Dihantam Batu Besar Meluncur dari Bukit, Begini Kondisi Rumah Warga di Pemalang
PEMALANG, iNews.id – Batu berukuran besar meluncur dari lereng bukit dan menghantam rumah warga di Dukuh Pejarakan, Desa Wisnu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Kamis (14/5/2026) malam. Peristiwa tersebut menyebabkan bangunan rumah rusak berat, sementara penghuninya dipastikan selamat.
Rumah tersebut dihuni oleh satu keluarga yang terdiri atas lima orang. Saat kejadian, mereka tengah berada di dalam rumah sebelum terdengar suara keras dari arah bukit. Tidak lama berselang, batu berdiameter sekitar tiga meter menghantam bangunan dan merusak bagian ruang tengah.

Benturan keras membuat penghuni rumah berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerusakan cukup parah terjadi pada struktur rumah, termasuk dinding dan perabot di dalamnya.
Kondisi itu diakui pemilik rumah, Karmudi, yang menyebut peristiwa terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda awal. “Rusaknya parah di bagian depan sampai tengah rumah, tembok jebol dan barang-barang di dalam juga kena,” kata Karmudi di lokasi.
Warga sekitar mengungkapkan, saat kejadian cuaca di lokasi dalam kondisi normal tanpa hujan. Namun, keberadaan batu-batu besar di area lereng belakang permukiman membuat warga masih merasa khawatir akan potensi kejadian serupa.
Hingga kini, batu berukuran besar tersebut masih berada di dalam rumah karena belum dapat dievakuasi. Upaya penanganan terkendala berat dan kerasnya material batu yang masuk ke bangunan.

Kepala Desa Wisnu, Bambang Sutejo, mengatakan pihaknya bersama warga telah melakukan pembersihan puing-puing di lokasi kejadian. Sementara keluarga korban telah dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
“Begitu kejadian, kami langsung evakuasi penghuni rumah ke tempat kerabat karena kondisi masih rawan. Batu itu memang tiba-tiba lepas dari atas tebing,” katanya.
Pemerintah desa juga melakukan pemantauan di area lereng bukit untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pergerakan batu lain yang berpotensi membahayakan permukiman warga di bawahnya.
Editor: Kurnia Illahi