Doa Terhindar Gigitan Ular dan Serangan Hewan Buas

Kastolani ยท Kamis, 12 Desember 2019 - 05:30 WIB
Doa Terhindar Gigitan Ular dan Serangan Hewan Buas
Kemunculan ular kobra belakangan ini mulai meresahkan masyarakat di sejumlah daerah di Indonesia. (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Belakangan ini masyarakat di sejumlah daerah diresahkan dengan kemunculan ular berbisa dan binatang buas, bahkan di beberapa daerah di Sumatera sudah banyak jatuh korban akibat dimangsa hewan buas seperti macan, buaya dan beruang.

Kemunculan binatang buas dan berbisa itu selain bisa karena faktor alam misalnya ketersediaan makanan dan air yang mulai sulit, juga karena kondisi lingkungan yang kurang terawat, sehingga menjadi sarang bagi binatang-binatang berbisa semacam ular maupun kalajengking.

Karena itu, diperlukan upaya serius untuk selalu membersihkan kondisi lingkungan agar tetap terawat baik. Islam pun menganjurkan pemeluknya untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan demi kesehatan dan keselamatan.

Selain menjaga kebersihan, ada doa yang diajarkan Rasulullah kepada umatnya jika mendapati hewan buas maupun berbisa. Berikut lafal doanya:

A’udzu bikalimatillahittammati min syarri maa khalaq.

Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya”.

Doa tersebut sebainya dibaca tiga kali tiap selesai salat subuh dan magrib. Dengan membaca doa itu, diharapkan bisa terjaga dari gangguan jin, binatang buas maupun berbisa.

Selain doa di atas, juga dianjurkan membaca doa berikut agar terhindar dari segala marabahaya seperti diungkapkan Ustaz Yusuf Mansur.

Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi walaa fissamaai wahuwassamii’ul ‘aliim”.

Artinya:“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala  sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

“Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan petang hari, maka tidak ada sesuatupun yang membahayakan dirinya.” (HR. Abu Dawud4/323, At-Tirmidzi 5/465, Ibnu Majah dan Ahmad. Lihat Shahih Ibnu Majah 2/332, Al-Allamah Ibnu Baaz berpendapat, isnad hadits tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39.)

Wallahu A’lam Bishawab.


Editor : Kastolani Marzuki