Dosen UKSW Salatiga Buat Permen Jelly Herbal untuk Tingkatkan Imun
SALATIGA, iNews.id - Dosen program studi teknologi pangan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga Dhanang Puspita dan Pulung Nugroho membuat permen herbal untuk imunomodulator. Inovasi guna membantu masyarakat dalam upaya menghindari penularan Covid-19.
“Ide ini muncul karena masyarakat mulai banyak mengonsumsi jamu herbal untuk meningkatkan kekebalan tubuh atau merangsang imunitas (imunomodulator). Bahkan di daerah tertentu, seperti di Suku Toraja, sejak dahulu ramuan herbal daun Miana digunakan sebagai obat batuk,” kata Dhanang Puspita, Selasa (30/3/2021).
Persoalannya, jamu herbal rasanya pahit dan kurang dapat diterima lidah. Sehinngga tidak semua orang bisa mengkonsumsi. Karena itu, perlu upaya agar jamu bisa dinikmati semua orang, termasuk anak-anak.
“Kami mencoba membuat permen herbal dalam bentuk jelly, sehingga bisa mengenalkan produk herbal ke dalam permen," katanya.
Ada dua jenis permen herbal yang dihasilkan Dhanang beserta tim. Yaitu permen herbal dari bahan dasar Miana dan Sambiloto. Proses pembuatannya diawali dengan ekstrasi untuk mengeluarkan senyawa bioaktif dalam tumbuhan Miana dan Sambiloto.
Setelah itu dilakukan pemekatan dengan cara menambahkan bahan pengikat. Tujuannya mengentalkan cairan dan menyalut senyawa bioaktif agar tidak rusak saat pengolahan dan menutupi rasa pahit.
Permen herbal ini mengandung saponin, tanin dan flavanoid, dimana zat tersebut bermanfaat sebagai antimikroba dan dan pemicu iminutas tubuh.
"Total kami memerlukan waktu dua hari untuk proses pembuatan permen karena membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk pengeringan," ujarnya.
Sejauh ini, untuk satu kali produksi bisa menghasilkan 500 butir permen. Selain sudah diuji kandungan fitokimia, pihaknya juga sudah melakukan uji standar SNI. Antara lain untuk menguji kadar air dan kekenyalan sehingga dapat dikonsumsi.
Permen herbal juga sudah dibagikan ke beberapa dosen dan mahasiswa FKIK untuk tes rasa. Rencananya permen herbal ini akan dibagikan saat peringatan Paskah mendatang.
"Sudah ada pembicaraan dengan pihak industri untuk memproduksi permen ini secara massal. Kami di lingkup akademisi melakukan penelitian dan hilirisasinya sudah dibicarakan dengan dunia industri,” ucapnya.
Editor: Ary Wahyu Wibowo