DPRD DIY: Guru Tersandung Kasus SMPN Turi 1 Jangan Samakan dengan Penjahat

Kuntadi ยท Rabu, 26 Februari 2020 - 21:12 WIB
DPRD DIY: Guru Tersandung Kasus SMPN Turi 1 Jangan Samakan dengan Penjahat
Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana (Foto: Istimewa)

SLEMAN, iNews.id – Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana berharap para guru yang tersandung kasus susur Sungai Sempor SMP Negeri 1 Turi, Sleman tidak diperlakukan sebagai penjahat. Pernyataan itu menyusul tampilan tersangka yang mengenakan baju tahanan oranye dan kepala gundul.

“Kami mohon agar jangan diperlakukan sebagaimana penjahat atau koruptor yang melakukan tindakan mereka dengan kesengajaan,” kata Huda di DPRD DIY, Rabu (26/2/2020).

Politisi PKS ini berharap institusi yang berwenang bisa memberikan bantuan hukum. Kasus susur sungai yang menewaskan 10 siswa, sudah sewajarnya dilakukan penyelidikan aparat kepolisian. Menurutnya kejadian ini harus menjadi pembelajaran agar tidak terulang lagi di kemudian hari.

Secara hukum mereka harus bertanggung jawab atas kelalaian yang dilakukan. Namun semua harus mendasarkan pada aturan dan ketentuan yang ada. Termasuk asal praduga tidak bersalah.

“Proses hukum dilakukan secara adil sesuai dengan kaidah hukum yang berlaku di negara ini,” ujarnya.

Huda yang merupakan alumni SMPN 1 Turi mengatakan, hal terpenting saat ini yakni evaluasi menyeluruh terhadap protab setiap kegiatan. Termasuk trauma healing bagi korban. Faktor keselamatan harus nomor satu saat kegiatan outing siswa.

"Tragedi hanyutnya adik-adik SMPN 1 Turi yang menewaskan 10 siswi adalah suatu hal yang sangat memprihatinkan dan menyedihkan bagi dunia pendidikan masyarakat indonesia secara umum," ujarnya.

Polres Sleman, telah menetapkan tiga orang Pembina pramuka sebagai tersangka dalam kasus Susur Sungai Sempor yang mengebabkan 10 siswa tewas. Tiga orang tersangka adalah IYA (37) dan R (58) merupakan guru dan juga pembina pramuka di SMP Negeri 1 Turi. Satu tersangka lagi DDS, (58) dari swasta.

Polres Sleman pada Selasa (25/2/2020) telah melaksanakan rilis dengan meghadirkan ketiga tersangka dengan kepala plonthos, nyaris gundul di halaman Mapolres Sleman. Tidak hanya itu, mereka juga digiring dengan pengawalan ketat aparat kepolisian layaknya tersangka kasus kriminal lainnya.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto mengatakan, Propam Polda DIY telah memeriksa petugas di Polres Sleman. Hal ini berkaitan dengan protes sejumlah organisasi terhadap perlakukan tersangka susur Sungai Sempor.

“Pagi tadi propam Polda melakukan pemeriksaan di Polres Sleman, untuk mengetahui pelanggaran yang dilakukan oleh anggota,” katanya, Rabu (26/2/2020).

Dia memastikan, jika nanti terbukti ada pelanggaran, petugas yang menyalahi aturan akan dikenakan sanksi.

"Kalau ada pelanggaran akan ada tindakan kepada yang menyalahi aturan," ucap Yulianto.


Editor : Nani Suherni