DPRD Kulonprogo Ingin Kursi Wabup Segera Terisi agar Penanganan Covid-19 Lebih Terpadu

Kuntadi ยท Selasa, 07 April 2020 - 16:01 WIB
DPRD Kulonprogo Ingin Kursi Wabup Segera Terisi agar Penanganan Covid-19 Lebih Terpadu
Rapat Paripurna sosialisasi tata cara dan mekanisme pemilihan wakil bupati Kulonprogo yang ditunda dari jadwal pukul 09.00 WIB ke pukul 11.00 WIB, Selasa (7/4/2020). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id - DPRD Kulonprogo bertekad untuk mempercepat proses pengisian kursi wakil bupati (wabub) Kulonprogo sisa masa jabatan 2017-2022. Harapannya wabup definitif segera terisi agar penanganan virus corona atau Covid-19 bisa lebih terpadu di kabupaten ini.

“Kami ingin jabatan wabup segera terisi. Harapannya ada yang akan mendampingi bupati dalam penanganan Covid-19,” kata Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati di Gedung DPRD Kulonprogo, Selasa (7/4/2020).

Menurutnya, posisi wabup saat ini sangat dibutuhkan dalam penanganan Covid-19. Hampir di semua daerah, ketua gugus tugas Tim Covid-19 dijabat oleh wabup. Hanya di Kulonprogo dijabat sekretaris daerah karena posisi wabup kosong.

“Wakil bupati sangat diperlukan untuk menangani dampak yang mungkin muncul ataupun untuk penanganan,” ujarnya.

Meski begitu, harapan tersebut belum bisa terwujud dalam rapat paripurna sosialisasi tata cara dan mekanisme pemilihan. Seperti dalam sidang paripurna tadi yang hanya dihadiri 24 anggota DPRD, dari total 40 orang. Kegiatan ini pun harus ditunda dari jadwal pukul 09.00 WIB baru bisa terlaksana pada pukul 11.00 WIB.

Sebanyak 16 angggota DPRD tidak hadir dalam kegiatan ini. Mereka dari Fraksi PKB, Fraksi Partai Gerindra dan Fraksi FKR serta anggota DPRD dari Fraksi Nasdem yang bergabung di Fraksi Partai Golkar. Sementara yang hadir dari partai pengusung, yakni 12 dari Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Amanat Rakyat, Fraksi Partai Golkar dan Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Gerindra.

“Untuk sosialisasi tidak harus kuorum, dari 6 fraksi ada 24 yang hadir,” ujarnya.

Hasil sosialisasi ini akan disampaikan kepada anggota yang lain yang tidak hadir, termasuk poin-poin utama yang harus dilakukan dalam tahapan yang ada. Bahkan, hari ini akan ada sidang paripurna lanjutan berupa penetapan calon pemilih dan calon wabup serta mendengarkan paparan visi dan misi dari dua calon wabup.

Sesuai hasil rekomendasi dari partai pengusung, ada dua calon wabup, yakni Fajar Fegana dan Agus Langgeng Basuki. “Undangan fisik sudah disampaikan. Kalau mereka tidak hadir karena alasan politik, kita tidak tahu,” katanya.


Editor : Maria Christina