get app
inews
Aa Text
Read Next : Kecewa Tak Dapat Bansos, Warga Bacok Kepala Dusun di Lampung Selatan

DPRD Purworejo Panggil Koordinator Pendamping PKH terkait Persoalan Bansos

Sabtu, 14 Agustus 2021 - 16:45:00 WIB
DPRD Purworejo Panggil Koordinator Pendamping PKH terkait Persoalan Bansos
DPRD Purworejo saat audiensi dengan koordinator pendamping program keluarga harapan (PKH). Foto: iNews/Joe Hartoyo.

PURWOREJO, iNews.id DPRD Purworejo memanggil koordinator pendamping program keluarga harapan (PKH). Pemanggilan terkait persoalan penyaluran bantuan sosial (bansos) yang muncul di wilayah itu.  

Saat audiensi, muncul sejumlah masalah antara lain keterlambatan surat perintah pencairan dana (SP2D) dalam pengiriman bansos, dan anomali data penerima bantuan yang harus dibenahi. 

Selain itu ada keluarga penerima manfaat (KPM) dari PKH yang belum memperoleh bantuan pangan non tunai (BPNT). Juga ada ratusan KPM yang belum menerima kartu keluarga sejahtera (KKS). Saldo di KKS nanti digunakan untuk belanja bantuan BPNT melalui E-Warong. 

“Banyak temuan di lapangan, penerima PKH masih ada beberapa yang tidak memperoleh BPNT. Ada juga penerima KKS saldonya masih kosong,” kata Ketua DPRD Purworejo Dion Agasi Setiabudi, Sabtu (14/8/2021). 

Dirinya meminta agar segera kroscek agar jangan sampai hak masyarakat terganjal karena hal-hal yang bersifat administrasi. 

Koordinator PKH Kabupaten Purworejo Hendrawan Widi Prastanto mengatakan, pada prinsipnya ketika data sudah sesuai maka bantuan bisa langsung cair. Apabila masih ada perbedaan dengan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), maka belum bisa dicairkan dan harus diperbaiki. 

Data yang salah istilahnya menjadi data anomali untuk 700 keluarga yang belum menerima KKS. Pihaknya siap berkoordinasi dengan bank penyalur bantuan. Sebagai solusi, nantinya akan dibuatkan KKS terlebih dahulu. 

Bank penyalur sudah memiliki stok KKS instan yang nantinya dapat digunakan untuk pembuatan rekening sambil menunggu KKS yang asli dari Kementerian Sosial (Kemensos). 

“Untuk KKS yang menunjukkan saldo nol rupiah ada beberapa kemungkinan, pertama saldo sudah masuk tapi belum ada pemberitahuan. Oleh karena itu jika saldo menunjukkan nol rupiah, disarankan untuk mengecek rekening koran,” kata Hendrawan Widi Prastanto. 

Apabila cek rekening koran belum masuk, dimungkinkan karena data bermasalah atau terblokir. Dengan demikian, harus dilakukan perbaikan data terlebih dahulu. Sedangkan KPM yang belum menerima BPNT, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas sosial (Dinsos) Purworejo. 

Editor: Ary Wahyu Wibowo

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut