Pemerintah Diminta Bantu Pengembangan Garam Organik di Purworejo
PURWOREJO, iNews.id – Petani di Kabupaten Purworejo tengah mengembangkan garam organik atau garam krokos. Usaha dilakukan petani yang tergabung dalam kelompok usaha garam rakyat (KUGAR) Pendowo Limo.
Daerah pesisir selatan Kabupaten Purworejo berpotensi menjadi sentra penghasil garam karena memiliki panjang pantai sekitar 22 kilometer. Kini petani garam setempat berusaha mengembangkan garam organik yang memiliki kandungan NaCL sangat tinggi.
“Pembuatan garam organik memanfaatkan lahan bekas tambak udang dengan menggunakan sistem tunnel,” kata Warsinu, salah satu petani garam, Kamis (5/8/2021).
Pengenalan produksi garam sistem tunnel sudah dilakukan sejak 2018 oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal bekerja sama dengan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Purworejo.
Hasil produksi garam sistem tunnel yang pernah dilakukan sebagai percontohan, merupakan jenis garam organik pansela yang mempunyai kandungan NaCL 97,49 persen dan berwarna putih bersih. Hasil itu merupakan analisis Sucofindo Semarang, 3 Mei 2021 lalu. Garam ini dapat dimasukkan sebagai garam industri.
Penggaraman sistem tunnel merupakan metode baru, yaitu model tertutup dengan lahan terasiring. Penerapan model tertutup bertujuan agar produksi garam bisa berlangsung sepanjang tahun walaupun musim hujan.
Editor: Ary Wahyu Wibowo