Duh, Kisruh Internal Keraton Solo Viral di Medsos

Sindonews, Ary Wahyu Wibowo ยท Selasa, 15 September 2020 - 08:25 WIB
Duh, Kisruh Internal Keraton Solo Viral di Medsos
Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Lembaga Dewan Adat Keraton Kasunanan Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi, dan Ketua LDA Keraton Kasunanan Surakarta, Gusti Moeng. (Foto: Sindonews/Ary Wahyu Wibowo)

SOLO, iNews.id - Internal Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali bergejolak. Dua kubu yang kini berseteru yakni Lembaga Dewan Adat dan kubu Raja Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi, terlibat cekcok. Bahkan cekcok itu viral di media sosial YouTube dan WhatsAap.

Cekcok pertama ketika penyelenggaraan Dirgahayu Karaton Surakarta Hadiningrat ke 275 tahun yang digelar 1 September 2020 oleh Lembaga Dewan Adat di Pagelaran Keraton Solo. Dalam akun YouTube Berita Surakarta, diunggah adanya percekcokan saat acara berlangsung. Kala itu ada acara doa bersama yang diikuti kerabat, sentana, dan abdi dalem. Kemudian datang orang yang mengaku utusan raja.

Dalam video, orang itu terlibat pertengkaran dengan Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Lembaga Dewan Adat Keraton Kasunanan Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi.

"Kami sedang menggelar tahlil dzikir, berdoa karena peringatan ulang tahun keraton. Saat khusyuk-khusyuknya, tiba-tiba datang ya itu, yang menghadapi saya dulu," kata Eddy Wirabhumi saat dikonfirmasi mengenai video yang beredar, Senin (14/9/2020).

Eddy Wirabhumi menyebut orang itu bernama Widodo dan kala itu dirinya mempersilahkan jika yang bersangkutan mau ikut doa bersama. Menurut Eddy, orang itu mempersoalkan acara karena tanpa izin Sinuhun PB XIII. Pada intinya, orang itu tidak memperbolehkan tempat itu dipakai acara. Dirinya sempat meminta kepada orang tersebut untuk mempertemukan dengan Sinuhun PB XIII.

"Tidak bisa harus lewat saya," ucap Eddy menirukan perkataan orang tersebut.

Konflik kembali terjadi pada Jumat (11/9/2020) lalu. Kali ini melibatkan Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta, GKR Wandansari Koes Moertiyah (Gusti Moeng) dengan Raja PB XIII. Bahkan khabarnya, ada video terkait perseteruan kakak beradik tersebut dan beredar di sejumlah kalangan tertentu.

Cekcok dipicu pembangunan tiang baliho di depan Sitihinggil Kidul di kawasan Alun-alun Selatan Keraton Solo.

"Habis Jumatan Sinuhun ke Alkid (Alun-alun Kidul). Sinuhun kok di paksa ke luar ke Alkid, orang orang itu sudah tidak menghormati Sinuhun," kata Gusti Moeng.

Dirinya geram karena Sinuhun diperlakukan seperti itu.

"Saya terus ke sana, dan terjadi dialog itu, penjenengan sudah dengar semua," ucapnya.

Jika Sinuhun ingin bertemu dirinya, Gusti Moeng mengaku siap dipanggil.

Dia menilai Raja PB XIII tidak mengetahui apa yang sebenarnya selama ini menjadi masalah. Termasuk hingga ke Pengadilan Negeri, dan Mahkamah Agung.

"Kan ada kata-kata Sinuhun, koe kalah koe kalah (kamu kalah, kamu kalah). Ini bukan masalah menang atau kalah. Masalahnya khan harus bersama sama mengurusi keraton seperti apa," ucapnya.

Paling utama dirinya melakukan sejumlah langkah karena melindungi Sinuhun dari semua tindakan pelanggaran hukum. Jika terus terusan seperti, dirinya khawatir Raja akan mengalami celaka. Karena video sudah viral di kalangan tertentu, dirinya perlu klarifikasi terkait kejadian tersebut.

Kejadian itu spontan dan berjalan begitu saja. GKR Wandansari yang merupakan adik kandung PB XIII menyayangkan sikap dan tindakan kesewenang-wenangan yang dilakukan orang maupun oknum yang mengatasnamakan perintah Raja.


Editor : Nani Suherni