Elektabilitas Gibran Terus Meningkat, Hasto: Keputusan Tetap di Tangan Ketum PDIP

Irfan Ma'ruf ยท Rabu, 19 Februari 2020 - 20:30 WIB
Elektabilitas Gibran Terus Meningkat, Hasto: Keputusan Tetap di Tangan Ketum PDIP
Gibran Rakabuming Raka saat menjalani uji kelayakan di PDIP Jateng, Semarang, Sabtu (21/12/2019). (Foto: iNews/Bramantyo)

JAKARTA, iNews.id - Hasil survei internal elektabilitas suara Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon wali kota Solo terus meningkat. Meski demikian, naiknya elektabilitas putra sulung Presiden Jokowi itu tidak serta merta langsung mendapat rekomendasi dari PDIP.

Sekretaris Jendral PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, keputusan rekomendasi bakal calon wali kota Solo tetap berada di tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Elektoral Mas Gibran memperlihatkan tren meningkat. Ada antusiasme bagi anak-anak muda untuk bergabung," kata Hasto di Gedung DPP PDIP, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).  

Meski Gibran terus mengalami kenaikan suara, kata dia, PDIP masih harus melakukan pemetaan politik, untuk bisa memastikan pencalonan Gibran Rakabuming Raka di Kota Solo berhasil.

Pemetaan untuk menempatkan sejumlah kader yang akan diusung dalam Pilkada 2020 harus memiliki berbagai pertimbangan. "Karena bagaimanapun juga Kota Solo merupakan basis utama," ujarnya.

Setelah memetakan politik di berbagai wilayah, kata Hasto, keputusan akan diambil Ketua Umum PDIP. "Tugas DPP adalah menyiapkan pemetaan politik dan melakukan survei politik dan kemudian ibu Mega mengambil keputusan," ujarnya. 

Dia mengatakan, keputusan pengumuman siapa calon yang akan diusung dalam Pilkada Solo akan dilakukan bersamaan dengan calon kandidat dari Bali dan Makassar. 

"Solo sebenarnya sudah siap, tapi karena akan diumumkan berama-sama dengan Bali, di mana masyarakat Bali hari ini merayakan Galungan maka nanti akan bersama-sama," ujarnya. 

Hasto menambahkan, PDIP telah melakukan kajian mendalam sebelum mengumumkan siapa saja calon yang akan diusung PDIP di Pilkada serentak 2020. Kajian dilakukan dengan melihat track record pada setiap calon. 

"Ini nama-nama yang sudah melalui kajian yang cukup dalam, melalui masukan dari internal partai mendengar aspirasi masyarakat dan kita evaluasi kinerjanya, selama memimpin," katanya.

Hasto menerangkan, rekomendasi yang diberikan PDIP juga dapat berubah jika calon tidak tertib dan disiplin, serta menggunakan kekuasaan untuk melanggar hukum. 

"Meskipun rekomendasi sudah dikeluarkan namun apabila ada persoalan menyangkut moral, hukum tentu saja dalam satu klausul dalam rekomendasi itu DPP dapat meninjuau kembali," katanya.


Editor : Kastolani Marzuki