Ganjar Ancam Pidanakan Wali Murid yang Gunakan Surat Keterangan Domisili Aspal saat PPDB

Ahmad Antoni ยท Selasa, 23 Juni 2020 - 12:45:00 WIB
Ganjar Ancam Pidanakan Wali Murid yang Gunakan Surat Keterangan Domisili Aspal saat PPDB
Gubernur Ganjar Pranowo saat sidak ke kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Rabu (17/6/2020). (Foto: Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, iNews.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memperingatkan kepada calon siswa dan orang tua untuk jujur dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2020. Apabila terbukti melakukan pemalsuan data, dia tidak segan untuk membawa ke ranah hukum.

Dari laporan Dinas Pendidikan Jateng, banyak calon siswa yang menggunakan SKD (surat keterangan domisili), khususnya di beberapa sekolah favorit di Jawa Tengah. Ganjar pun meminta SKD ini dicek benar agar tidak ada dokumen palsu.

"Jangan gunakan SKD Aspal, asli tapi palsu karena dia tidak tinggal di situ. Bukan tidak mungkin kalau ini masif (penggunaan SKD Aspal), saya gandeng kepolisian dan penegak hukum karena ini termasuk pemalsuan data," kata Ganjar usai rapat evaluasi PPDB di ruang kerjanya, Selasa (23/6/2020).

Ganjar meminta Disdik untuk mengerahkan semua guru yang ada di Jateng melakukan validasi dan verifikasi. Disdik juga diminta menggandeng Disdukcapil untuk memastikan kebenaran SKD itu.

"Didata berapa pendaftar yang pakai SKD, cek semuanya dengan benar. Gandeng Dukcapil untuk melakukan cleansing data agar ini benar-benar akurat," ucapnya.

Tak hanya soal SKD, dia juga mewanti-wanti adanya penggunaan sertifikat kejuaraan palsu. Untuk itu, pihaknya meminta Disdik jeli dan teliti dalam proses validasi serta verifikasi itu.

"Kalau ditemukan, jangan segan untuk langsung mencopot. Karena ini soal integritas," kata Ganjar.

Kemudian ada juga jalur afirmasi anak tenaga medis yang bertugas dalam penanganan covid-19. Ganjar menegaskan, jalur itu hanya khusus bagi anak tenaga medis saja.

"Sekarang ada yang mengaku tim covid dan menggunakan itu. Misalnya saya sekarang ini juga masuk tim penanganan Covid-19, tapi ya jangan kemudian saya mendaftarkan anak saya melalui jalur itu," katanya.

Editor : Nani Suherni

Bagikan Artikel: