Ganjar Pranowo Akan Tutup Mal Jika Warga dan Pengelola Susah Diatur

Taufik Budi ยท Jumat, 22 Mei 2020 - 17:45 WIB
Ganjar Pranowo Akan Tutup Mal Jika Warga dan Pengelola Susah Diatur
Sejumlah pengunjung mengantre masuk ke salah satu pusat perbelanjaan di Pekalongan, Jateng, Sabtu (16/5/2020). (Foto: iNews.id/Suryono Sukarno)

SEMARANG, iNews.id - Lonjakan keramaian di berbagai pusat perbelanjaan atau mal terjadi dalam tiga hari terakhir di Jawa Tengah. Sejumlah warga mengabaikan protokol kesehatan hingga lonjakan kasus Covid-19 tak terhindarkan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun menginstruksikan kepada seluruh bupati dan wali kota untuk menutup mal, supermarket, atau pun pasar. Hal ini dilakukan jika pengelola tidak mengontrol kehadiran pengunjung.

"Untuk bupati dan wali kota se-Jawa Tengah, agar rasa-rasanya dalam dua hari ini akan ada banyak kerumunan orang belanja ketati saja," kata Ganjar, Jumat (22/5/2020).

Jika warga dan pengelola susah diatur, bupati maupun wali kota diminta menutup pusat perbelajanaan. Menurut Ganjar saat ini situasinya semakin membahayakan, terlebih di pusat-pusat keramaian.

"Karena ini kondisinya sudah kritis. Banyak orang datang berbelanja karena sudah terima THR, banyak uang cash jadi ini sangat berbahaya," ucapnya.

Ganjar mencontohkan, di Kota Semarang terjadi lonjakan kasus secara signifikan akibat masyarakat masih nekat berkunjung ke pasar, mal, maupun supermarket. Salah satu kejadiannya berada di Pasar Kobong.

"Karena kita terjadi peningkatan, kemarin di Semarang di pasar Kobong ada 26 positif dan ternyata dari Demak. Sehingga orang tanpa gejala (OTG) banyak. Karena ini kondisinya sudah kritis," ucap Ganjar.


Editor : Nani Suherni