Ganjar Pranowo Minta Pendapat Netizen Soal Denda Warga yang Keluyuran

Nani Suherni ยท Selasa, 21 April 2020 - 12:49 WIB
Ganjar Pranowo Minta Pendapat Netizen Soal Denda Warga yang Keluyuran
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sedang berkomunikasi denan 35 siswa lewat aplikasi Zoom (Foto: dok Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, iNews.id - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meminta pendapat netizen soal denda bagi warga yang keluyuran selama pandemi Covid-19. Pemikiran tersebut muncul usai Ganjar mendengar cerita pekerja migran di luar negeri soal denda tersebut.

Dalam akun Instagramnya, Ganjar mengunggah video percakapan dengan dengan beberapa pekerja migran. Mereka bercerita soal denda di negara tempatnya bekerja. Salah satunya di Hongkong, pekerja akan didenda 25.000 dolar HK atau setara Rp50 juta.

Kemudian di Malaysia, warga yang kedapatan berkerumun atau pergi tanpa alasan bisa penjara dan denda 1.000 ringgit atau Rp3,5 juta.

"Orang kalau tidak bisa menjelaskan tujuan apa dia pergi, apalagi kalau sampai kelihatan keluyuran tidak jelas itu bisa ditahan. Hukumannya bisa denda sekitar 1.000 ringgit," ujar salah seorang pekerja migran di Malaysia dikutip Instagram Ganjar, Selasa (21/4/2020).

Kemudian di Singapura, warga bahkan bisa didenda hingga Rp120 juta. Di mana negara tersebut sebelumnya memberlakukan denda 400 dolar Singapura menjadi 1.000 dolar. Sejumlah pengakuan tersebut pun sempat membuat Ganjar kaget dan bereaksi.

"Bahwa semua itu harus ikut aturan pemerintah. Makanya tadi dendanya tadi bisa sampai Rp4 juta, Rp7 juta, Rp150 juta denda yang luar biasa karena emang ingin disiplin," kata Ganjar.

Dalam keterangan unggahannya, Ganjar juga meminta pendapat netizen soal denda tersebut.

"Untuk menegakkan disiplin agar ikut aturan dlm rangka respon pandemi covid19 ternyata DENDA nya wow! Mau tahu? Kalau di Indonesia diterapkan spt ini setuju gak?," tulisnya.

Komentar pun langsung membanjiri unggahan Ganjar tersebut. Tak sedikit dari mereka yang setuju dengan syarat atau menolak dengan tegas. Salah satunya akun @moch_naufal_ardhan, dia menilai setuju dengan denda tapi pemerintah tak perlu berlebihan.

"Denda setuju pak tapi ga perlu berlebihan, di sini 100 ribu saja sudah berat pak. Dan sdh banyak yg patuh pastinya. Bisa untuk penyaluran bantuan bagi rakyat miskin," kata moch_naufal_ardhan.

Netizen lain sepakat, tetapi mereka meminta kompensasi yang diberikan pemerintah jika warga dilarang keluyuran.

"Setuju2 aja pak asal ada kompensasi untuk bertahan hidup," ujar falasifah2.

Berita Lain Bisa Dibaca di Sindonews.com: Ganjar Minta Demak dan Kendal Menyesuaikan jika Kota Semarang PSBB


Editor : Nani Suherni