GenRe Dalam Tantangan Bonus Demografi

Eka Yulia Wijayanti ยท Selasa, 24 Desember 2019 - 02:30 WIB
GenRe Dalam Tantangan Bonus Demografi
Guru SMA 3 Tegal Eka Yulia Wijayanti. (Foto: istimewa)

Eka Yulia Wijayanti

Guru SMA 3 Tegal, Mahasiswa Magister Pedagogi Pascasarjana UPS Tegal  

Kemajuan teknologi dan dunia digital  telah menyatu “dalam darah”, tak terkecuali remaja. Generasi muda pun erat kaitannya dengan penggunaan teknologi. Akses informasi, penunjang materi belajar, bermain, berinteraksi di media sosial, serta sekian banyak kemudahan sekaligus efektivitas dalam beberapa hal diantaranya efisiensi waktu dan tenaga.

Hanya, terkadang tanpa disadari terdapat ancaman yang juga tidak kalah memprihatinkan. Penyalahgunaan kemajuan teknologi informasi kerap menjadi salah satu penyebab terjadinya perilaku menyimpang pada remaja.

Guru, khususnya bimbingan konseling perlu mengupayakan pemberian informasi sekaligus mengedukasi remaja yang dalam hal ini peserta didik agar dapat menjadi generasi yang mampu merencanakan kehidupan dan masa depan dengan cara yang tepat, serta mempertanggungjawabkan segala konsekuensi pengambilan keputusan yang dipilihnya.

Berdasarkan http://www.genreindonesia.com/duta-genre-indonesia/, dalam rangka merespon permasalahan remaja saat ini, BKKBN mengembangkan Program Generasi Berencana (GenRe). Program GenRe adalah program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang Pendewasaan Usia Perkawinan sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

Program GenRe adalah program yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa dikalangan generasi muda. Program GenRe merupakan wadah untuk mengembangkan karakter bangsa karena mengajarkan remaja untuk menjauhi Pernikahan Dini, Seks Pra Nikah dan NAPZA guna menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi nusa dan bangsa.

Untuk mencapai tujuan di atas, maka di dalam program GenRe dikembangkan materi-materi diantaranya adalah Kesehatan Reproduksi Remaja, Life Skill, Penyiapan Kehidupan Berkeluarga, serta Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Program GenRe dilaksanakan melalui pengembangan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja dengan pendekatan dari, oleh dan untuk remaja sesuai dengan kecenderungan remaja yang lebih menyukai bercerita tentang permasalahannya dengan teman sebaya.

Khusnul Hidayati selaku Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP2PA) Kota Tegal dalam wawancara langsung dengan penulis menerangkan bahwa jumlah penduduk Kota Tegal berdasarkan hasil pendataan keluarga tahun 2010 sebesar 248.186 jiwa, dengan sex ratio 98,26 (laki-laki 123.008 jiwa dan perempuan 125.178 jiwa), median umur 31,72 tahun.

Berdasarkan tabel jumlah penduduk menurut kelompok umur, presentasi penduduk usia muda cukup besar.  Apabila hal ini tidak tertangani dengan baik, akan menimbulkan berbagai persoalan kependudukan, di antaranya peningkatan kriminalitas, pengangguran dan lain sebagainya.

Untuk mengantisipasi persoalan-persoalan tersebut, BKKBN menggalakkan kembali program bagi remaja yang dahulu dikenal dengan Penyiapan Kehidupan berkeluarga bagi Remaja (PKBR) menjadi Generasi Berencana (GenRe) yang mempunyai tujuan utama untuk menyiapkan generasi muda yang berkualitas.

Program ini akan memprioritaskan remaja guna menyiapkan kehidupan berkeluarganya, tidak hanya untuk kesehatan reproduksinya, tetapi juga bagaimana merencanakan masa depan agar menjadi keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.

Anastasia Satriyo dalam Awas Bumi Kita Sesak (2013:23) menambahkan, Angka kepadatan penduduk di Indonesia tinggi. “Bonus demografi, kita ibaratkan dua sisi mata uang. Bisa menjadi peluang, sekaligus menjadi ancaman,” ucapnya.

Pemerintah Kota Tegal melalui Bidang Pengendalian Penduduk DPPKBP2PA membentuk Koalisi Kependudukan yang diketuai oleh Dr. Beni Habibi. Koalisi kepedudukan merupakan gabungan instansi pemerintah dan swasta di Kota Tegal. Antara lain jajaran organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kota Tegal, Universitas Pancasakti Tegal, Politeknik Harapan Bersama, Badan Pusat Statistik, dan Kantor Kementerian Agama Kota Tegal.

“Salah satu fungsi Koalisi Kependudukan adalah melakukan advokasi kepada pemerintah maupun masyarakat betapa pentingnya variabel kependudukan dalam pembangunan”, ujar Beni yang juga akademisi Universitas Pancasakti Kota Tegal. 

SMA Negeri 3 Kota Tegal merupakan piloting Sekolah Siaga Kependudukan di lingkungan Kota Tegal yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Tegal sekaligus menerapkan isu-isu kependudukan dalam sistem sekolah.

Dengan dasar penguatan informasi mengenai kependudukan, untuk menghadapi tantangan bonus demografi ini peserta didik diharapkan mampu menjadi GENerasi beREncana (GenRe). Mari bersama membekali diri dengan akhlak, kualifikasi, kompetensi literasi abad 21, kesehatan reproduksi, serta menikah diusia ideal (minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki) dengan harapan telah siap dalam berbagai aspek kehidupan.


Editor : Kastolani Marzuki