Gerhana Matahari Cincin, Demak Terendam Banjir Rob 1 Meter

Ahmad Antoni, Sindonews ยท Senin, 22 Juni 2020 - 02:02 WIB
Gerhana Matahari Cincin, Demak Terendam Banjir Rob 1 Meter
Warga Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Demak harus naik perahu untuk beraktivitas akibat wilayahnya terendam banjir rob, Minggu (21/6/2020). (Foto: SINDOnews/Ahmad Antoni)

DEMAK, iNews.id – Gerhana maatahari cincin yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia berdampak terjadinya gelombang pasang air laut atau rob. Banjir rob setinggi satu meter itu di antaranya merendam Dukuh Bedono, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Minggu (21/6/2020).

Warga desa harus berjibaku melawan derasnya rob yang merendam akses jalan dan rumah-rumah mereka. Wilayah Desa Bedono ini selalu menjadi langganan banjir rob hingga bertahun-tahun lamanya.

Sejak enam bulan terakhir ini akses jalan menuju desa Bedono nyaris tak terlihat karena terendam banjir rob. Sedikitnya ada 1.102 rumah warga Desa Bedono yang terendam  rob.

”Setiap harinya ada 1.102 rumah warga Bedono dikepung banjir rob. Banjir rob mulai pukul 09.00 WIB mulai surut pukul 20.00 WIB. Rob akhir-akhir ini memang tinggi sekali,” ungkap Kepala Desa Bedono, Agus Salim.

Dia mengaku sangat prihatin terhadap kondisi di wilayahnya yang selalu terendam rob. Selama ini, pihaknya terus berupaya meninggikan jalan hingga 1,5 meter guna menekan gerusan rob.

“Mohon kepada bapak Bupati, Gubernur, Pak Presiden untuk bisa segera mengatasi banjir rob di desa kami (Desa Bedono) karena sudah sangat memprihatinkan,” ucapnya.

Untuk diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah pesisir utara Pulau Jawa untuk mewaspadai adanya potensi banjir rob. Termasuk di wilayah Kabupaten Demak. 

Sementara, BMKG juga telah memprakirakan ada 13 wilayah di Jawa Tengah bisa menikmati fenomena gerhana matahari cincin yang terjadi  hari ini. Di Demak, gerhana matahari cincin bisa disaksikan dengan durasi 23 menit, mulai pukul 15.04  hingga 15.31 WIB. Namun kemuculannya tertutup mendung. 


Editor : Kastolani Marzuki