Warga Dukuh Mondoliko Demak Terancam Terisolasi karena Rob

Suryono Sukarno ยท Kamis, 18 Juni 2020 - 10:48 WIB
Warga Dukuh Mondoliko Demak Terancam Terisolasi karena Rob
Ratusan warga Dukuh Mondoliko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak terancam terisolir akibat akses jalan di wilayahnya terendam banjir rob. (Foto: Istimewa)

DEMAK, iNews.id - Air laut pasang atau rob yang disertai abrasi di wilayah pesisir utara Kabupaten Demak kian mengganas. Wilayah pesisir Desa Bedono, Kecamatan Sayung, tepatnya di Dukuh Mondoliko menjadi wilayah terparah yang digenangi banjir rob.

Ratusan rumah warga hingga akses jalan desa tersebut terputus karena terendam banjir rob dengan ketinggian di atas lutut orang dewasa. Akibatnya, ratusan warga Dukuh Mondoliko terancam terisolasi jika banjir rob yang merendam di wilayahnya tak segera tertangani.

Ironisnya, banjir rob yang merendam wilayah Dukuh Mondoliko ini sudah berlangsung sejak belasan tahun. Hal itu diakui Kepala Desa Bedono, Agus Salim. Dia mengungkapkan wilayahnya merupakan salah satu dari tujuh dukuh di Desa Bedono yang terancam terisolir saat datangnya musim rob.

“Namun warga tetap bertahan di kampungnya, karena ingin mempertahankan tanah kelahirannya, Meski setiap hari selalu bergelut dengan banjir rob, mereka merasa nyaman tinggal di tempat tinggalnya,” kata Agus, Kamis (18/6/2020).

Dia menyebutkan, warga yang tinggal di Dukuh Mondoliko semula mencapai 350 KK. Namun karena banyak rumah yang rusak dan hilang tersapu gelombang air pasang, kini jumlah rumah yang masih dihuni tinggal 125 KK. Mereka tinggal dalam satu RW dan terbagi 4 RT.

Melihat kondisi tersebut, Agus berharap program talud pantai segera direalisasikan pemerintah sehingga banjir rob di wilayahnya bisa segera teratasi. Saat ini, meski akses jalan di wilayah Dukuh Mondoliko terputus, warga tetap nekat menerabas genangan banjir rob.

Kawasan tersebut merupakan akses utama bagi warga yang hendak beraktivitas. Apalagi akses jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Genuk, Semarang dengan Tambak Bulusan Sayung Demak, terputus dan terendam banjir rob.


Editor : Nani Suherni