Gowes Sepeda dari Aceh, 2 Difabel Ini Temui Ganjar Pranowo

Nani Suherni ยท Senin, 10 Februari 2020 - 11:45 WIB
Gowes Sepeda dari Aceh, 2 Difabel Ini Temui Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama pesepeda difabel Nanang Setyawan (28) dan Erwin Aditya Nur Hakiki (25) (Foto: Dokumen Pemprov Jateng)

SEMARANG, iNews.id - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo kedatangan tamu istimewa di rumah dinasnya, Puri Gedeh Kota Semarang, Minggu (9/2/2020). Dua tamu tersebut merupakan penyandang disabilitas asal Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim).

Dua pesepeda difabel Nanang Setyawan (28) dan Erwin Aditya Nur Hakiki (25) ini touring dari Banyuwangi hingga ke Aceh menggunakan sepeda. Saat pulang dari Aceh ke Banyuwangi, keduanya menyempatkan diri mampir ke rumah dinas Ganjar.

"Ingin ketemu Pak Ganjar, ingin foto bareng. Soalnya saya tahu Pak Ganjar juga hobi sepedaan. Dia juga orangnya baik, merakyat, sopan kepada siapa pun," kata Nanang dikutip dari website resmi Pemprov Jateng, Senin (10/2/2020).

Sebelum bertemu Ganjar, Nanang menceritakan kisah perjalanannya. Nanang yang tunadaksa itu mengayuh sepeda tuanya dari Banyuwangi menuju Aceh pada Juli 2019 dengan satu kaki. Berbekal uang saku Rp3 juta, Nanang mengajak Kiki penyandang tunarungu dan tunawicara, menyusuri ribuan kilometer jalanan dari Banyuwangi ke Aceh.

Di setiap kota yang disinggahi, mereka selalu disambut para pecinta sepeda tua. Mereka tidur di SPBU atau tempat lainnya hingga tiba di titik nol kilometer Aceh pada 3 Desember 2019.

"Banyak sekali suka dukanya. Sukanya bisa ketemu banyak saudara baru sesama pecinta sepeda ontel. Dukanya ya itu, ban pecah, tidur di pom bensin, rantai lepas, rem blong sampai jatuh ke semak-semak, dan sebagainya," ujar Nanang, sambil tersenyum.

Selain penasaran dengan Pulau Sumatera, Nanang dan Kiki juga mengemban misi penting. Keduanya ingin memberikan semangat kepada teman-teman penyandang disabilitas agar tetap semangat dan tidak putus asa.

"Mereka (penyandang disabilitas) tidak boleh putus asa dan tetap menjalani hidup dengan semangat, tetap memberikan yang terbaik," katanya.

Saat menemui keduanya, Ganjar langsung mengacungkan dua jempol. Dia mengaku tidak menyangka, dua difabel asal Banyuwangi ini mampu bersepeda sampai titik nol kilometer di Aceh.

"Mereka berdua istimewa. Luar biasa hebat. Saya heran, ini karena nekat, ora duwe gawean (tidak punya pekerjaan) atau apa ya. Apalagi mas Nanang ini, mengayuh hanya pakai satu kaki, aku wae ora kuat (saya saja tidak kuat)," ucap Ganjar.

Ganjar salut dengan kehebatan dua difabel asal Banyuwangi ini. Apalagi, selain untuk mencari saudara, keduanya mengusung misi penting dalam memberikan semangat kepada para penyandang disabilitas lainnya.

"Kerenlah pokoknya. Mereka berdua penyandang disabilitas menyemangati rekan-rekannya dengan bersepeda. Mereka mau mengatakan, jangan patah hati dan tetap semangat kepada para penyandang disabilitas lainnya," katanya.


Editor : Nani Suherni