Pemprov Jateng Berencana Buka Bisnis Warkop di Prancis

Nani Suherni ยท Senin, 10 Februari 2020 - 10:31 WIB
Pemprov Jateng Berencana Buka Bisnis Warkop di Prancis
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bertemu Duta Besar RI untuk Prancis Arrmanatha Christiawan Nasir, Minggu (9/2/2020). (Foto: Dokumen Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, iNews.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dan Dubes RI untuk Prancis, berencana mengembangkan pariwisata Borobudur dan ekspor kopi. Hal ini terungkap, saat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bertemu Duta Besar RI untuk Prancis Arrmanatha Christiawan Nasir, Minggu (9/2/2020).

Pada pertemuan tersebut, Ganjar dan Arrmanatha berbicara banyak hal, mulai dari pariwisata, industri kreatif hingga rencana pembuatan warung kopi (Warkop) di Prancis. Namun, ada satu hal yang mengerucut yakni tentang pengembangan wisata Candi Borobudur yang kondang di antara warga negara fesyen tersebut.

Ganjar menyebukan penjajakan kerja sama dengan Prancis juga meliputi tukar pola manajemen.

"Saya mau kembangkan potensi lokal yang ada, bicara tentang kopi, bicara tentang rempah-rempah dan bicara tentang pembuatan warung di sana. Bicara tentang sesuatu yang konkret. Kalau selama ini mereka advance (mahir) soal fesyen, maka kita ingin bicara soal kurasinya, soal manajemennya. Saya kira mereka cukup advance," kata Ganjar dikutip dari situs resmi Pemprov Jateng, Senin (10/2/2020).

Menurut Ganjar, potensi turis asal Prancis sangat besar. Sebab, durasi kunjungan mereka ke Candi Borobudur terhitung lama. Jika bisa memaksimalkan potensi itu, dia yakin akan memengaruhi perekonomian masyarakat di sekitar Borobudur dan Magelang pada umumnya.

"Lenght of stay (durasi tinggal) mereka (wisman Prancis) cukup lama lho, bisa seminggu sampai dua minggu. Eksplorasi (di sekitar) Borobudur perlu diperbanyak, mulai dari event, merchandise (suvenir), sisi sejarah sampai kultur (budaya), ujarnya.

Ganjar mengakui mendapatkan laporan soal wisatawan asal Prancis yang gemar mencoba hal-hal baru di sekitar tempat pariwisata. Salah satunya makan di warung yang ada di depan objek Candi Borobudur.

"Nah kalau kami bisa temukan warungnya, kami jadikan benchmark (acuan), dan kami jadikan sebagai tiruan untuk warung-warung lain," ucapnya.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Prancis Arrmanatha Christiawan menuturkan objek wisata Borobudur sudah kondang di antara warga Prancis.

"Borobudur terkenal sekali (bagi warga Prancis) sebab itu sudah masuk catatan UNESCO (Lembaga PBB yang mengurusi soal budaya). Setelah Bali, Borobudur yang banyak dikenal," kata Arrmanatha .

Dia mengungkapkan, dengan tipikal petualang warga Prancis, Pemprov Jateng seharusnya bisa memanfaatkan dengan meningkatkan promo maupun fasilitas di Borobudur.

Arrmanatha menjelaskan, Agustus merupakan musim liburan bagi warga Prancis. Sehingga seorang pelancong asal negeri itu, bisa menghabiskan waktu selama hampir sebulan penuh. Momen liburan tersebut bisa menjadi peluang bisnis bagi Pemprov Jateng.

"Mereka juga senang terhadap budaya lokal, termasuk makan di warteg (warung Tegal), dan warung-warung di sekitar tempat wisata, hal itulah yang coba kami dorong, untuk memanfaatkan potensi wisata Jateng," ujarnya.

Untuk rencana pembuatan warung kopi di Prancis, Arrmanatha mengatakan hal itu memungkinkan. Namun, perlu konsistensi pada kualitas dan kuantitas.

"Tidak hanya untuk kopi asal Jateng, tapi juga asal Indonesia, perlu adanya konsistensi kualitas dan kuantitas," ucapnya.

Perlu diketahui, wisatawan asal Prancis menempati urutan pertama di Provinsi Jateng. Catatan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jateng pada tahun 2019, turis asal Prancis berada di peringkat satu dari 691.000 total kunjungan wisman. Adapun Candi Borobudur di Magelang mendapat kunjungan sebanyak 240.000 wisman, disusul Candi Prambanan 171.000 wisman dan Kota Lama Semarang 61.000 wisman.


Editor : Nani Suherni