Gunung Merapi Alami 3 Kali Gempa Guguran, Status Waspada

Antara ยท Sabtu, 25 Januari 2020 - 17:45 WIB
Gunung Merapi Alami 3 Kali Gempa Guguran, Status Waspada
Visual Gunung Merapi pascaletusan awan panas, dari Kabupaten Boyolali, Jateng, Sabtu pagi (9/11/2019). (Foto: iNews/Tata Rahmanta)

YOGYAKARTA, iNews.id - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengalami tiga kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Sabtu, mulai pukul 06:00-12:00 WIB. Status Gunung Merapi saat ini berada di level II atau waspada.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan resminya mengatakan, selain gempa guguran, Gunung Merapi juga mengalami satu kali gempa hybrid atau gempa fase banyak dengan amplitudo 5 mm selama 9 detik dan dua kali gempa hembusan beramplitudo 2-3 mm, dengan durasi 13.5-13.9 detik.

BACA JUGA: Abdul Somad Terciduk Polisi Madina karena Kasus Narkoba

Berdasarkan pengamatan visual, asap kawah Merapi tidak teramati. Sedangkan angin di gunung bertiup lemah ke arah utara dan barat. Suhu udara tercatat 19.5-31.8 derajat celsius dengan kelembaban udara 17-76 persen dan tekanan udara 628.5-708.6 mmHg.

BPPTKG tidak mencatat adanya guguran lava yang terpantau secara visual pada periode pengamatan itu.

BACA JUGA: Cucu Bung Karno Dikabarkan Bersanding dengan Gibran di Pilwakot Solo

Hingga saat ini, BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada. Untuk sementara pihaknya tidak merekomendasikan kegiatan pendakian, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai meletusnya Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG.


Editor : Nani Suherni