Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas 2 Km ke Arah Barat Daya
JAKARTA, iNews.id - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah kembali meluncurkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer ke arah barat daya pada Kamis (14/5/2026). Aktivitas vulkanik tersebut terjadi pada pukul 00.58 WIB.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso mengatakan bahwa awan panas guguran tercatat memiliki amplitudo maksimum 80 mm dengan durasi 153,15 detik.
“Awan panas guguran mengarah ke barat daya, tepatnya ke hulu Kali Boyong dan Kali Krasak, dengan estimasi jarak luncur 2.000 meter,” kata Agus dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).
Selain satu kali awan panas guguran, BPPTKG juga mencatat 35 kali guguran lava selama periode pengamatan pukul 00.00–06.00 WIB. Guguran lava terpantau mengarah ke barat daya, terutama menuju hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimal 2 kilometer serta ke hulu Kali Sat/Putih sejauh 1,8 kilometer.
Secara visual, Gunung Merapi terlihat jelas hingga tertutup kabut 0–III. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis teramati setinggi 150 meter di atas puncak.
BPPTKG menyebut status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.
Masyarakat diminta tidak beraktivitas di kawasan potensi bahaya serta mewaspadai ancaman awan panas guguran dan lahar, terutama saat hujan turun di sekitar lereng Merapi.
“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” ujar Agus.
BPPTKG juga mengimbau masyarakat mengantisipasi dampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Merapi dan terus memantau perkembangan aktivitas gunung melalui kanal resmi BPPTKG.
Editor: Kurnia Illahi