Hadiri Talk Show, Bupati Rembang Diserbu Pertanyaan Kapan Sekolah Tatap Muka

Musyafa ยท Senin, 31 Agustus 2020 - 09:48 WIB
Hadiri Talk Show, Bupati Rembang Diserbu Pertanyaan Kapan Sekolah Tatap Muka
Bupati Rembang, Abdul Hafidz (tengah) dialog dengan warga, ketika berlangsung talk show Suworo Ndeso, Minggu malam (30/8/2020) . (Foto: iNews/Musyafa)

REMBANG, iNews.id – Bupati Rembang, Abdul Hafidz banjir pertanyaan dari warga saat talk show Suworo Ndeso di Pendopo Museum Kartini Rembang, Minggu (30/8/2020). Warga banyak mempertanyakan soal modal pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) hingga kapan pelajar masuk sekolah lagi.

Abdul Hafidz pun mengatakan jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Rembang mencapai 40.000-an. Namun setelah diverifikasi, perkiraan yang berhak mendapatkan bantuan modal dari Pemkab Rembang hanya 8.000 orang. Masing-masing akan menerima suntikan modal Rp2,4 juta agar mereka bisa bangkit lagi.

“Karena sekarang UMKM klenger (pingsan), jadi harus didukung. Mereka akan kita kasih modal. Sayangnya pemerintah belum mampu menjamah semua UMKM. Jadi dicek satu per satu, dari situ ketahuan mana yang sangat perlu modal, “ katanya.

Ketika talk show, Hafidz juga menerima keluhan seputar pembelajaran daring (online) yang membuat pengeluaran masyarakat meningkat, akibat membeli kuota internet.

“Saya ke desa-desa menampung semua keluhan. Kalau wong tani per minggu harus beli Rp30.000 –Rp50.000 untuk beli kuota, ya jelas keberatan, “ katanya.

Imbas lain, waktu orang tua banyak tersita, karena harus menunggu anak-anaknya belajar. Apalagi jika orang tua ternyata tidak memahami materi pelajaran, kondisinya pasti akan lebih parah.

“Ketika anak nggak tahu, kemudian tanya sama bapak ibunya, lha orang tuanya longa-longo nggak paham, anaknya akan bilang oh jebule bapak ku goblok. Lhah, keluhan-keluhan seperti ini yang saya tampung, untuk menentukan kebijakan, “ katanya.

Hafidz mencatan, per Minggu (30/8/2020) ada 50 orang positif Covid-19 di Rembang. Rinciannya, 15 orang isolasi mandiri dan 35 orang menjalani perawatan di rumah sakit.

Berdasarkan perhitungan, dalam rentang waktu 1 – 2 minggu ke depan, trend Covid-19 akan semakin menurun. Kalau prediksi ini tepat, proses pembelajaran tatap muka di sekolah akan segera dimulai. Sekarang, Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga masih merancang konsep pembelajaran tatap muka, dengan tetap mengacu standar protokol kesehatan.

“Saat ini Kabupaten Rembang masuk zona kuning, pak Menteri Pendidikan menyampaikan kalau zona kuning, boleh pembelajaran tatap muka. Dinas Pendidikan sudah saya perintahkan untuk merancang, sambil melihat perkembangan Covid-19 di Kabupaten Rembang. Masih tahap kajian, “ kata Hafidz.


Editor : Nani Suherni