Dinkes Catat Tingkat Kematian akibat Covid-19 di Solo Lebih Tinggi Dibanding Nasional

Agregasi Solopos ยท Senin, 31 Agustus 2020 - 08:20:00 WIB
Dinkes Catat Tingkat Kematian akibat Covid-19 di Solo Lebih Tinggi Dibanding Nasional
Ilustrasi (Foto: AFP)

SOLO, iNews.id - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mencatat, persentase tingkat kematian akibat Covid-19 atau case fatality rate (CFR) di Solo menjadi 4,5 persen. Kadinkes Solo, Siti Wahyuningsih menilai, angka tersebut lebih tinggi dari CFR nasional yang berada di angka 4,3 persen dan CFR dunia 3,4 persen.

Siti Wahyuningsih mengatakan ada penambahan kasus kematian akibat Covid-19 pada Minggu (30/8/2020). Saat ini total pasien meninggal akibat covid-19 di Solo menjadi 17 orang.

Secara perhitungan, angka tersebut lebih tinggi dari CFR nasional yang berada di angka 4,3 persen dan CFR dunia 3,4 persen. Namun, positivity rate Solo masih berada di bawah 5 persen sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sementara itu dari total 376 kasus konfirmasi positif Covid-19 hingga Minggu (30/8/2020), sebanyak 18 pasien masih rawat inap, 17 isolasi mandiri, 324 sembuh. Sedangkan 17 orang meninggal dunia yang membuat tingkat kematian Covid-19 Solo 4,5 persen.

Dengan penambahan kasus positif Covid-19 Solo yang terjadi hampir setiap hari, ada 18 pasien yang saat ini masih yang dirawat inap. Mereka tersebar di sejumlah rumah sakit yang menyediakan kamar isolasi.

“Kalau warga Solo yang dirawat hanya 18 orang, sedangkan totalnya ada 70 pasien yang dirawat di Solo. Sebanyak 52 pasien itu merupakan rujukan dari daerah lain,” kata Siti Wahyuningsih, Minggu (30/8/2020).

Ketua Pelaksana Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, mengatakan kedua pasien yang meninggal pada Minggu semuanya laki-laki. Satu pasien umur 67 tahun asal Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon.

Pasien pertama memiliki komorbid penyakit jantung. Sedangkan pasien kedua, pria usia 48 tahun asal Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan. Dia punya komorbid diabetes melitus (DM).

"Mereka adalah pasien suspek yang naik kelas jadi kasus konfirmasi, kemudian meninggal dunia. Jadi, sebelum meninggal dunia, hasil uji swabnya dinyatakan positif Covid-19 dan sempat dirawat inap beberapa hari,” ucap Ahyani.

Artikel ini telah tayang di Solopos.com dengan judul "Waduh! DKK Catat Tingkat Kematian Covid-19 Solo Lebih Tinggi Dibanding Nasional"

Editor : Nani Suherni