Hari Kedua Lebaran, Arus Lalu Lintas di Jalur Pantura Kendal Sepi

Eddie Prayitno ยท Senin, 25 Mei 2020 - 21:00 WIB
Hari Kedua Lebaran, Arus Lalu Lintas di Jalur Pantura Kendal Sepi
Jalur pantura Kendal tampak sepi dari pengguna jalan di hari kedua Lebaran, Senin (25/5/2020). (Foto: iNews/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id – Arus lalu lintas di jalur pantura Kendal terpantau sepi dan nyaris tidak ada lalu lalang pengguna jalan di hari kedua Lebaran, Senin (25/5/2020). Padahal, jalur transnasional itu biasanya ramai bahkan kerap terjadi kemacetan tiap Lebaran karena banyaknya aktivitas warga baik yang bersilaturahim ke sanak saudara maupun berekreasi ke objek wisata.

Pantauan iNews, Senin siang, jalur Pantura hanya dilewati beberapa kendaraan. Para pengguna jalan pun tampak leluasa memacukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

Sejumlah swalayan juga masih tutup. Beberapa pasar tradisional juga sepi dari aktivitas jual beli. Hanya beberapa pedagang yang membuka usahanya. Pos Pengamanan Lebaran dan Covid-19 juga tampak sepi.

Sementara itu, sejumlah desa di Kabupaten Kendal menerapkan lockdown lokal mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19). Selain membatasi aktivitas warga, mereka juga menolak kedatangan warga luar daerah.

Aksi lockdown lokal sejumlah desa ini mulai dilakukan sehari sebelum Lebaran dan berlangsung sampai batas waktu yang belum ditentukan. Warga  berjaga-jaga di satu jalan keluar masuk. Setiap gang juga ditutup dengan tulisan lockdown atau  jalan ditutup sementara.

Lockdown lokal itu di antaranya di Desa Pagerdawung, Kecamatan Ringinarum, Desa Penanggulan, Kecamatan Pegandon, Desa Lanjit Kecamatan Patebon, dan Kelurahan Kebonadem, Kecamatan Kendal. 

Perangkat Desa Pagerdawung,, Jambari mengatakan, dengan diterapkannya lockdown, semua  warga yang akan keluar maupun masuk harus  pakai masker.

Bagi warga  dari luar desa yang masuk  harus  dilakukan  tes  suhu badan dan di batasi  waktu bertamu maksimal  setengah jam. “Jika lebih dari setengah jam, akan didatangi relawan untuk segera meninggalkan tempat,” katanya, Senin (25/5/2020).

Selain menutup semua pintu masuk desa, di beberapa titik juga disediakan handsanitizer. Warga yang akan masuk desa diharuskan mencuci tangan terlebih dulu.


Editor : Kastolani Marzuki