Senang Dapat Bantuan, Warga Kendal Berjubel Lupa Aturan Jaga Jarak

Eddie Prayitno · Jumat, 15 Mei 2020 - 12:02 WIB
Senang Dapat Bantuan, Warga Kendal Berjubel Lupa Aturan Jaga Jarak
Warga Kecamatan Brangsong, Kendal, Jawa Tengah banyak mengabaikan prosedur physical distancing saat pengembil bantuan, Jumat (15/5/2020). (Foto: iNews/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id - Pembagian bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) dan perluasan bantuan sosial (bansos) pangan sembako dari Kementerian Sosial di Kecamatan Brangsong, Kendal, Jawa Tengah banyak mengabaikan prosedur physical distancing. Terlihat masyarakat berjubel dan saling berdesakan untuk mendapatkan bantuan tersebut.

Dari pantauan iNews, antrean warga yang hendak mengambil bantuan sosial di aula Kecamatan Brangsong, pada Jumat (15/5/2020). Warga berjubel di dalam aula dan di pintu masuk tampak mengabaikan prosedur pencegahan Covid-19. Padahal untuk pengambilan bantuan sudah diberikan jadwal terpisah agar tidak berjubel dan berkerumun.

Camat Brangsong, Bambang Djoko Pitono mengatakan bantuan kali ini ada dua program yang dibagikan untuk 12 desa di wilayahnya. Untuk program BLT-DD dipusatkan di balai Desa Rejosari, sedangkan untuk perluasan program bantuan sosial pangan sembako dari Kemensos dipusatkan di aula Kecamatan Brangsong.

Bambang menjelaskan, untuk BLT-DD sebesar Rp600.000 per bulan disalurkan ke rekening masing-masing warga melalui Bank Jateng. Sedangkan untuk bantuan sosial sembako dari Kemensos, senilai Rp200.000 juga disalurkan ke masing masing rekening penerima melalui Bank BTN.

Diakui Bambang, penerima manfaat tidak sabar langsung berjubel. Meski sudah diberitahu, masyarakat tetap saja membandel saling berdesakan.

"Tolong ini saat penyaluran tetap memperhatikan protokol pencegahan penularan Covid-19," kata Bambang, Jumat (15/5/2020).

"Kalau lihat kaya tadi pasti susah mengaturnya," ucapnya lagi.

Sementara pihak petugas dari kecamatan sudah berkali-kali mengimbau agar tidak berkerumun dan selalu menjaga jarak. Untuk jumlah penerima manfaat BLT perluasan dari Kemensos tadinya ada 1.632 orang, setelah diverifikasi ulang tinggal 1.473 orang yang berhak menerima.

"Ini dijadwal per jam. Kita mulai jam 8 pagi," ucap Mujianti.

Sementara penerima manfaat Arofatus Sholikhah merasa senang mendapat bantuan senilai Rp200.0000 selama sembilan bulan. Hal senada di sampaikan Siti Umah yang bekerja jadi pabrik. Namun nasib tak baik terjadi pada suaminya yang PHK.

"Iya ini sangat membantu sekali," ucapnya.


Editor : Nani Suherni