Harus Kerjakan Tugas, Anak-Anak Desa di Grobogan Naik Bukit Cari Sinyal Internet

Rustaman Nusantara ยท Rabu, 03 Juni 2020 - 09:09 WIB
Harus Kerjakan Tugas, Anak-Anak Desa di Grobogan Naik Bukit Cari Sinyal Internet
Anak-anak di Desa Suwatu, Kecamatan Gabus, Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) di atas bukit mencari sinyal. (Foto: iNews/Rustaman Nusantara)

GROBOGAN, iNews.id - Siswa belajar di rumah kurang lebih sudah berlangsung selama tiga bulan. Namun, tak sedikit dari siswa yang tinggal di pelosok desa harus naik bukit untuk mengirim tugas online mereka.

Salah satunya anak-anak di Desa Suwatu, Kecamatan Gabus, Grobogan, Jawa Tengah. Di puncak bukit yang dikelilingi jagung, anak-anak berkumpul untuk menghilangkan rasa jenuh bersama-sama.

Selain jenuh, alasan mereka naik bukit karena jaringan internet yang tak terjangkau jika berada di rumah. Untuk sampai di atas bukit, mereka harus berjalan kaki melewati jalur terjal sejauh 3 kilometer.

Meski cukup jauh dan menguras energi untuk sampai di puncak, anak-anak tetap menikmati. Gubug kayu di atas puncak inilah menjadi satu-satunya tempat untuk menghibur diri.

Kurang lebih selama tiga bulan siswa belajar di rumah. Yang membuat mereka jenuh, tidak adanya jaringan internet selama berada di rumah. Sementara banyak tugas dari sekolah yang belum bisa terselesaikan.

Salah satu siswa kelas 2 SMP di Gabus, Irfan mengaku sudah tidak bisa konsentrasi dalam mengerjakan tugas. Dia mengeluhkan sudah terlalu banyak tugas yang menumpuk dan belum terselesaikan.

"Selama ini ya ngerjakan tugas saja. Jenuh," kata Irfan.

Sebelum berswafoto dan menikmati pemandangan dari puncak bukit, anak-anak desa ini terlebih dahulu mengerjakan tugas sekolah. Selama di rumah tidak ada jaringan internet sehingga tidak bisa mengirim laporan ke sekolah. Sebuah modem internet pun mereka pasang di atas pohon agar sinyal bisa tertangkap lebih kuat.

Kepala Desa Suwatu, Riyanto berulang kali mengupayakan untuk pemasangan jaringan internet agar anak-anak tidak harus bolak balik ke bukit. Namun hingga kini belum ada respon dari pemerintah.

"Masyaraka ini mengeluh, karena di desa kami kekurangan untuk mengakses internet. Anak-anak juga semakin jenuh karena sinyal kalau di rumah itu enggak terjangkau," ucapnya.

Suwatu merupakan desa terpencil yang dikelilingi perbukitan tinggi. Jaraknya pun jauh dari pusat perekonomian. Untuk sampai di pusat kota, warga harus menempuh perjalanan melintasi hutan sejauh 17 kilometer.


Editor : Nani Suherni