Hasil Rapid Test 9 WNA India di Sleman Positif Corona, Jamaah Masjid Diperiksa

Antara ยท Kamis, 23 April 2020 - 07:24 WIB
Hasil Rapid Test 9 WNA India di Sleman Positif Corona, Jamaah Masjid Diperiksa
Wakil Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Biwara Yuswantana.(Foto: Antara/Luqman Hakim)

YOGYAKARTA, iNews.id - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebutkan hasil rapid test 9 dari 15 warga negara asing (WNA) asal India yang berada di Kabupaten Sleman positif corona. 15 WNA itu sudah lama beraktivitas di Masjid Al-Ittihad, Condongcatur, Depok, Sleman selama hampir satu bulan.

"Semua 15 adalah warga negara India, yang sembilan positif," kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Penanganan COVID-19 DIY Biwara Yuswantana saat jumpa pers di Kantor BPBD DIY, Rabu (22/4/2020).

Meski bergabung dalam aktivitas kegaaman jamaah tabligh yang terpusat di Masjid Al-Ittihad, Biwara menjelaskan tidak ada informasi yang menyebutkan WNA tersebut berkaitan dengan klaster Gowa, Sulawesi Selatan. Melihat situasi saat ini, BPBD Sleman meminta mereka diperiksa dengan rapid test yang kemudian 9 orang menunjukkan hasil positif dan 6 lainnya negatif.

"Dengan hasil itu kemudian 9 orang dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Hardjolukito. Sementara yang 6 (negatif) masih transit kembali ke masjid semula sambil kami menunggu tempat yang akan digunakan mereka tinggal sementara di Yogyakarta," katanya.

Birawa menuturkan info dari BPBD Sleman, 6 warga di sekitar lingkungan masjid memiliki hasil rapid test positif dan selanjutnya diisolasi di RSUD Sleman.

"Masyarakat di lingkungan masjid telah diperiksa. Ada yang positif rapid test 6 warga sekitar kemudian diisolasi," katanya.

Menurut dia, paspor seluruh WNI asal India itu sebenarnya sudah habis. Namun, mereka saat ini tidak dapat kembali ke negara asalnya lantaran terjebak pemberlakuan lockdown di India.

"Ada 'lockdown' di negara asalnya di India sehingga tidak bisa pulang. Akhirnya sesuai dengan ketentuan dikeluarkan perpanjangan sambil menunggu situasi kondusif untuk pulang," kata Biwara.


Editor : Nani Suherni