Hore! Ada Armada Penghubung Bandara YIA dengan Tempat Wisata di Yogyakarta

Antara ยท Kamis, 30 Januari 2020 - 15:45:00 WIB
Hore! Ada Armada Penghubung Bandara YIA dengan Tempat Wisata di Yogyakarta
Suasana Bandara Internasional Yogyakarta. (Foto: iNews/Kuntadi)

SLEMAN, iNews.id - Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA) akan beroperasi penuh pada Maret 2020. Untuk memudahkan akses wisatawan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dan Perum Damri meluncurkan armada penghubung bandara dengan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur dengan Sleman City Hall (SCH), Kamis (30/1/2020).

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan armada penghubung ini untuk mendukung operasional YIA yang menampung wisatawan dari Bandara Adisutjipto.

"Kami berkewajiban mendukung operasional penuh YIA dengan menyediakan moda transportasi. Meskipun 'core'-nya sebenarnya adalah kereta api. Tetapi karena masih proses realisasi, kami masuk terlebih dahulu," katanya, Kamis (30/1/2020).

Menurut dia, sebelum peluncuran antarmoda ini pihaknya sudah melakukan survei terkait rute yang akan dilalui.

"Masing-masing rute akan dilayani dengan 7-11 armada minibus kapasitas 10 orang. Jika respons masyarakat cukup bagus, kemungkinan besar akan ada penambahan armada dengan kapasitas lebih besar," ujarnya

Rute tersebut meliputi kampus UGM, kompleks Pemkab Sleman, SCH, Hartono Mall dan Jalan Affandi. Targetnya jarak antara armada satu dengan armada yang lain hanya 20 hingga 30 menit untuk menarik pengguna kendaraan umum.

Lima rute yang dilayani antarmoda tersebut yakni, rute pertama adalah dari Sleman City Hall ke Kompleks Pemda Sleman-Terminal Jombor lalu YIA.

Rute kedua YIA-Tebing Gunung Gajah-Goa Kiskendo-Plono-Samigaluh-Jalan Nanggulan-Mendut dan Candi Borobudur melalui Bukit Menoreh.

Rute ketiga yakni YIA-Wates-Nanggulan-Dekso lalu Candi Borobudur, rute keempat melewati Candi Borobudur-Terminal Muntilan-Terminal Jombor-Grand Inna Malioboro. Sementara rute kelima dari YIA-Ambarketawang-Wirobrajan-Universitas Gadjah Mada dan berakhir Jalan Affandi dan Hartono Mall.

"Rute-rute dilayani dengan armada executive di mana satu dengan 'headway' tidak sampai 30 menit," kata Budi.

Budi mengatakan, untuk sementara pihaknya akan memberikan subsidi untuk operasional angkutan ada penumpang maupun tidak ada, armada tetap jalan setiap 20 menit.

"Kami memberikan subsidi besarannya satu tahun sekitar Rp9 miliar sehingga diharapkan dari pihak Damri tarifnya sekitar Rp25.000," ucap Budi.

Direktur Utama Perum Damri Setia N Milatia Moemin mengatakan pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 11 unit armada untuk mendukung antarmoda Bandara YIA ini.

"Saat ini yang sudah siap tiga unit, dan dalam waktu dekat segera dikirimkan lagi delapan unit," ujarnya.

Tarif angkutan armada antarmoda ini akan diberikan subsidi dari pemerintah selama satu tahun mulai Februari ini. Namun, Damri juga akan menyediakan bus non subsidi dengan tarif Rp70.000.

"Tarif untuk antarmoda bersubsidi ini sekitar Rp25.000, namun ini akan kami bahas lagi," kata Setia.

Editor : Nani Suherni