Hujan Abu Pascaerupsi Merapi, Sekolah di Boyolali Kesulitan Mendapatkan Masker

Tata Rahmanta ยท Selasa, 03 Maret 2020 - 10:32 WIB
Hujan Abu Pascaerupsi Merapi, Sekolah di Boyolali Kesulitan Mendapatkan Masker
Hujan abu di Boyolali pascaerupsi Gunung Merapi, Selasa (3/3/2020). (Foto: iNews/Tata Rahmanta)

BOYOLALI, iNews.id - Erupsi Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta pada Selasa (3/3/2020) pagi berdampak hujan abu vulkanis di wilayah Boyolali. Saat ini warga kesulitan mendapatkan masker karena stok di apotek maupun minimarket habis.

Aktivitas paling terganggung yakni kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 1 Jurug, Mojosongo, Boyolali. Para guru kesulitan mendapatkan masker untuk para siswanya.

Hujan abu vulkanis terjadi setelah para siswa masuk sekolah, menyebabkan pihak sekolah tidak menyiapakan masker sebelumnya. Kepala SDN 1 Jurug Mulyono mengaku berupaya mencari ke sejumlah apotek dan minimarket. Namun, hasilnya nihil.

"Semua bapak ibu guru kami upayakan gunakan masker. Tapi sudah dicari kemana-mana belum dapat," ucapnya, Selasa (3/3/2020).

Dia mengaku ada pihak yang sudah menganggupi pemberian masker, namun hanya berjumlah 150 buah. Diharapkan jumlah ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Mulyono memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung.

Sebelumnya, Gunung Merapi kembali erupsi pada Selasa (3/3/2020) pukul 05.22 WIB. Foto dan rekaman video erupsi Merapi ini beredar luas di media sosial.

"Informasi dari BPPTKG Yogyakarta telah terjadi letusan erupsi vertikal Gunung Merapi dengan tinggi kolom abu 6.000 meter atau 6 Km," ujar Kepala bidang kedaruratan dan logistik BPBD Sleman Makwan, Selasa (3/3/2020)

Menurutnya, erupsi tercatat di alat seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 450 detik.

"Warga sudah siaga di titik kumpul. Sampai saat ini belum perlu evakuasi," katanya.


Editor : Nani Suherni