Jateng Rawan Konflik Sosial, Politikus Gerindra Ungkap Faktor Ini Bisa Jadi Pemicu
SEMARANG, iNews.id - Fraksi Partai Gerindra DPRD Jateng mengungkap ada potensi gesekan dan rawan terjadi di masyarakat. Apalagi, ditambah polarisasi sikap yang kerap muncul di media sosial.
Untuk itu, Fraksi Gerindra meminta pengawasan oleh pemerintah guna antisipasi konflik tak hanya dilakukan di dunia nyata tapi juga di dunia maya.
Anggota Komisi A DPRD Jateng dari Fraksi Gerindra, Mujaeroni mengingatkan kepada masyarakat untuk ikut serta aktif mencegah serta menanggulangi ancaman konflik sosial.
Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang rawan terjadi konflik sosial. Hal ini dikarenakan keberagaman masyarakat baik suku, agama dan ras yang ada di provinsi ini.
“Perlu adanya peningkatan kewaspadaan dini pemerintah daerah melalui pendeteksian dan pencegahan dini, serta penegakan hukum mengantisipasi konflik sosial,” kata Mujaeroni dalam siaran pers, Jumat (4/3/2022).
Sebagai catatan, sejumlah kasus terkait intoleransi dan kerukunan umat beragama terjadi di Jateng. Berdasarkan data dari Kesbangpol Jateng, pada tahun 2018 terjadi 14 kasus terorisme (22 orang ditangkap), sembilan kasus potensi konflik horisontal dan tujuh kasus berkaitan dengan isu agama.
Editor: Ahmad Antoni