get app
inews
Aa Text
Read Next : Bupati Fadia Arafiq Kena OTT KPK, Wabup Pekalongan Pastikan Pelayanan Publik Tetap Normal

Kabupaten/Kota di Jateng Didorong Percepat Vaksinasi Nakes Dosis Kedua

Rabu, 10 Februari 2021 - 08:27:00 WIB
Kabupaten/Kota di Jateng Didorong Percepat Vaksinasi Nakes Dosis Kedua
Gubernur Ganjar Pranowo saat meninjau proses vaksinasi nakes dosis kedua di Puskesmas Sayung Kabupaten Demak, Selasa (9/2/2021). (Istimewa)

DEMAK, iNews.id - Kabupaten/Kota di Jawa Tengah (Jateng) didorong percepat vaksinasi terhadap tenaga kesehatan dosis kedua. Diharapkan, vaksinasi golongan kedua yakni masyarakat dan pelayanan publik bisa segera dilaksanakan.

Hal itu disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat meninjau proses vaksinasi nakes dosis kedua di Puskesmas Sayung Kabupaten Demak, Selasa (9/2/2021). Didampingi Wakil Bupati Demak, Joko Sutanto, Ganjar menyaksikan proses vaksinasi dosis kedua untuk nakes di puskesmas tersebut berjalan lancar.

"Alhamdulillah semuanya jalan, ini tadi saya ngecek di Sayung sudah berjalan bagus. Sekarang, target kita memastikan seluruh nakes yang sudah divaksin tahap pertama, maka penyuntikan dosis kedua harus digenjot," kata Ganjar.

Memang sebelumnya, di sistem ditemukan capaian vaksinasi terhadap nakes di Jateng justru turun. Ternyata, hal itu karena ada banyak tambahan nakes yang belum terdata.

"Maka saya minta sekarang di cut off dulu, kita bereskan dulu, nanti tambahannya bisa kita usulkan lagi. Biar semuanya terkejar," katanya.

Percepatan penyelesaian vaksinasi dosis kedua untuk nakes lanjut Ganjar penting agar program vaksinasi selanjutnya bisa segera dilaksanakan. Sebab dalam waktu dekat, program vaksinasi akan dilanjutkan untuk pelayan publik dan masyarakat.

"Jadi harus cepat vaksinasi dosis kedua dibereskan, agar berikutnya bisa berjalan. Sebab kami komunikasi terus dengan pusat, dan jika vaksinnya dikirim lebih banyak, maka tugas kita menyiapkan," ujarnya.

Disinggung soal vaksinasi untuk nakes lansia, Ganjar mengatakan bahwa pihaknya sedang menggenjot perbaikan sistem pendataan. Sebab sebelumnya, karena awalnya lansia tidak bisa divaksin, maka mereka tidak dimasukkan dalam data base itu.

"Datanya sedang kami perbaiki. Kami komunikasi terus dengan pusat, agar sistem datanya baik di pusat dan daerah bisa sama. Intinya kami siap, tinggal dijakankan saja. Semua sudah oke," ujarnya.

Editor: Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut