Kakek di Grobogan Sembuh dari Covid-19, Keluarga Kecewa karena Dikucilkan Warga

Rustaman Nusantara ยท Kamis, 02 Juli 2020 - 15:21 WIB
Kakek di Grobogan Sembuh dari Covid-19, Keluarga Kecewa karena Dikucilkan Warga
Kakek S dan anaknya Indarti di kediaman di Desa Genengsari, Kecamatan Toroh, Grobogan, Jawa Tengah. (Foto: iNews/Rustaman Nusantara)

GROBOGAN, iNews.id - Seorang kakek berinisial (80) tahun di Grobogan, Jawa Tengah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Namun, pihak keluarga justru menolak pernyataan pihak Gugus Tugas bahwa sang kakek tersebut pernah positif Covid-19.

Diceritakan pihak keluarga, semenjak ada keterangan bahwa kakek S positif Covid-19, seluruh warga mengucilkannya. Indarti, anak dari kakek S, warga Desa Genengsari, Kecamatan Toroh, Grobogan, Jawa Tengah, berserta keluarga kini merasa terkucilkan di tengah lingkungannya.

Sikap tetangga berubah setelah kakek S dinyatakan positif Covid-19 oleh Dinas Kesehatan Grobogan, sebulan lalu. Selama sebulan kakek 80 tahun ini mendapatkan perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Panti Rahayu Purwodadi, Grobogan.

Sebelum dibawa ke RS Panti Rahayu, kakek S sempat mendapatkan penolakan di Rumah Sakit Permata Bunda Purwodadi, karena seluruh ruangan sudah penuh. Menurut Indarti, ayahnya sudah bertahun-tahun mengalami sakit batuk, sesak nafas dan sering keluar masuk rumah sakit untuk tambah darah.

"Semua keluarga dites negatif, dan bapak (kakek S) juga hasilnya negatif dari rumah sakit," kata Indarti.

"Dokter enggak bilang dia (kakek S) Covid-19, tapi yang bilang dia Covid-19 dari kantor kesehatan asalnya dari mana saya enggak tahu. Sebenarnya negatif semua," ucapnya lagi.

Meski kecewa, namun Indarti mengaku pasrah. Beberapa minggu kemudian, Dinas Kesehatan Grobogan, Jawa Tengah, memberikan informasi ke pihak keluarga bahwa, S terpapar Covid-19. Namun pihak keluarga masih tetap menolak hasil dari dinkes tersebut. Dampak dari pernyataan itu membuat seluruh keluarga S merasa terkucilkan.

Menurut indarti, selama ini ayahnya sudah tidak bisa berjalan dan beraktivitas seperti lainnya. Selama ini, kakek S hanya berada di kamar tidur saja, sehingga dia meyakini bahwa ayahnya tidak terpapar Covid-19.

Sementara itu, menurut Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Grobogan, Endang Sulistyoningsih, pasien S telah dinyatakan negatif oleh tim gugus tugas setelah menjalani perawatan di ruang isolasi selama sebulan.

"Iya kakek yang usai 80 tahun itu (kakek S) bisa sembuh tanggal 1 Juli itu sudah negatif dari ti gugus tugas. Dia punya gejala pilek demam dan bantu," ucap Endang.


Editor : Nani Suherni