Kantor Disdikbud Boyolali Dibobol Maling, 2 Penjaga Sempat Disekap

Tata Rahmanta ยท Selasa, 02 Juli 2019 - 22:30 WIB
Kantor Disdikbud Boyolali Dibobol Maling, 2 Penjaga Sempat Disekap
Kondisi ruangan Kantor Disdikbud Boyolali setelah dimasuki maling. (Foto: iNews/Tata Rahmata).

BOYOLALI, iNews.id - Kawanan perampok diduga telah membobol Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng) pada Selasa (2/7/2019) dini hari. Dua penjaga sempat disekap, namun tidak ada barang hilang dalam kejadian tersebut.

Sejumlah ruangan di dalam Kantor Disdikbud, Kabupaten Boyolali, diacak-acak kawanan perampok tersebut. Bahkan, brankas yang berada di ruang bagian keuangan dirusak, dan dokumen di dalamnya diobrak-abrik.

"Pas saya datang, mereka ini sudah disekap dalam kondisi berdiri. Wajahnya ditutup lakban dan kaki tangannya diikat," kata saksi yang juga Kabid Kebudayaan Disdikbud Boyolali, Budi Prasetyaningsih, kepada iNews di Kantor Disdikbud Boyolali, Jateng, Selasa (2/7/2019).

Dia menambahkan, saat dirinya datang, sempat terdengar suara teriakan di ruangan tersebut. Saat dia mendatangi TKP, dua petugas keamanan dalam keadaan disekap.

BACA JUGA: Melarikan Diri, Pelaku Pencurian Motor di Madina Sumut Ditembak Polisi

Kawanan perampok diduga berjumlah lebih dari lima orang. Mereka berhasil masuk ke ruangan tersebut setelah merusak pintu bagian depan.

"Maling ada enam orang, dia congkel pintu depan. Kejadian sekitar jam 03.00 WIB dini hari," kata petugas keamanan yang menjadi korban penyekapan, Widiyantoro.

Menurut dia, saat itu dirinya bersama rekannya sedang tidur di depan pintu masuk. Ketika kawanan perampok itu masuk, mereka langsung menyekap dan mengancam korban dengan senjata tajam.

"Mereka sempat ancam mau membunuh saya kalau tidak menurut," ujar dia.

Mereka juga sempat bertanya di mana lokasi brankas uang di kantor tersebut. Setelah itu, mereka disekap para pelaku.

Dalam kasus ini, tidak ada barang satu pun barang berharga yang diambil oleh pencuri. Dugaan perampokan tersebut kini dalam proses penanganan polisi.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal