Kasus Covid-19 Naik Lagi, Banyumas Tunda Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Antara ยท Selasa, 08 September 2020 - 14:49 WIB
Kasus Covid-19 Naik Lagi, Banyumas Tunda Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

BANYUMAS, iNews.id - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menunda pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah. Hal ini berkaitan dengan penularan Covid-19 di wilayah tersebut yang belum reda.

"Angka Rt (reproduksi efektif) naik lagi, yaitu 1,2 lebih dan sudah tidak memungkinkan melakukan pembelajaran tatap muka. Kalau nekat menerobos akan menyalahi pemerintah pusat," kata Bupati Banyumas Achmad Husein, Selasa (8/9/2020).

Dia mengatakan Banyumas sekarang berada di zona oranye dalam peta risiko penularan Covid-19, tidak lagi berada di zona hijau. Sebelumnya, Banyumas berada di zona hijau karena angka reproduksi efektifnya di bawah satu dan sempat menyentuh angka 0,55 namun kondisi itu hanya bertahan sembilan hari.

"Oranye itu berisiko sedang. Kalau berisiko sedang, sebaiknya jangan ada KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka," katanya.

Kendati demikian, dia mengatakan, pemerintah memperbolehkan sekolah mengajukan permohonan izin guna melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah.

"Kalau mendaftar (mengajukan izin) boleh saja, nanti simulasi saja. Saya juga akan membuat video tentang bagaimana bersekolah yang baik," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Irawati mengatakan sudah ada beberapa sekolah menengah pertama yang mengajukan izin untuk kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Sejauh ini belum ada sekolah dasar yang mengajukan permohonan izin. Kegiatan belajar mengajar di sekolah, menurut dia, bisa dilaksanakan kalau ada izin dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyumas.

"Yang boleh mengizinkan sekolah menggelar KBM tatap muka adalah Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten, kami harus sangat hati-hati apalagi Banyumas masuk zona oranye lagi," katanya.

Dia menambahkan, disdik tengah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas untuk mengecek ke sekolah-sekolah guna melakukan verifikasi terkait pengajuan permohonan izin penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.


Editor : Nani Suherni