Kedai Ini Sediakan Rica-Rica Biawak, Kuliner Ekstrem yang Dipercaya Obati Penyakit Kulit

Rustaman Nusantara ยท Selasa, 01 September 2020 - 10:49:00 WIB
Kedai Ini Sediakan Rica-Rica Biawak, Kuliner Ekstrem yang Dipercaya Obati Penyakit Kulit
Pengungjung menunjukkan makanan belalang goreng dan rica-rica biawak (Foto: iNews/Rustaman Nusantara)

GROBOGAN, iNews.id - Sebuah kedai di Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) sengaja menyediakan menu makanan ekstrem seperti daging biawak dan belalang. Beberapa pengunjung sengaja datang untuk mencicipi rica-rica biawak yang mereka percaya bisa mengobati berbagai macam penyakit kulit.

Kedai itu berada di pusat kuliner Desa Ngaringan, Kecamatan Ngaringan, Grobogan. Pengelola kedai, Yurika Wida Vera bersama rekannya menyediakan menu ekstrem spesial favorit pengunjung yakni rica-rica biawak.

Yuri mengaku kesulitan untuk mendapatkan daging biawak dalam jumlah besar karena stok sangat terbatas. Daging biawak dia peroleh dari pemasok yang datang dari luar kota dalam bentuk sudah dikuliti dan siap masak.

Setidaknya, 80 kilogram daging biawak yang disediakan selalu habis dalam sehari. Selain daging biawak, dia pengelola kedai juga menyediakan menu ektrim lainnya seperti belalang, bekicot dan daging kodok.

Rata-rata, pengunjung yang datang ke kedai ektrim ini hanya untuk menikmati masakan rica biawak. Untuk satu porsi rica-rica biawak, pengunjung hanya mengeluarkan kocek sebesar Rp25.000. Mengantisipasi adanya pengunjung yang tidak suka dengan menu-menu ekstrem, pengelola kedai juga menyediakan beberapa menu lain seperti burung puyuh dan belut. 

"Ini banyak yang pesen kok. Kalau dagingnya itu kami pesen dari luar," kata Yuri, Selasa (1/9/2020).

Salah satu pengunjung Rina, warga Blora, Jawa Tengah (Jateng) yang memiliki riwayat alergi kulit sejak beberapa tahun lalu. Dia pun mencoba kasiat daging biawak yang dipercaya bisa mengobati berbagai macam penyakit kulit.

"Daging rica-ricanya sama seperti daging entok, tapi seratnya lebih banyak dan enak. Kalau belalang gorengnya juga enak. Ini rasanya enak, enggak se-ekstrem rupanya," kata Rina.


Editor : Nani Suherni