Keji, 3 Pemuda Mabuk di Purbalingga Perkosa Bergilir Siswi SMP di Kandang Ayam

Catur Edi Purwanto ยท Jumat, 24 Januari 2020 - 07:33 WIB
Keji, 3 Pemuda Mabuk di Purbalingga Perkosa Bergilir Siswi SMP di Kandang Ayam
Polres Purbalingga saat ekspose ketiga tersangka kasus pemerkosaan terhadap siswi SMP. (Foto: iNews/Catur Edi Purwanto)

PURBALINGGA, iNews.idSiswi SMP menjadi korban pemerkosaan tiga pemuda yang belum lama dikenalnya di Purbalingga, Jawa Tengah. Korban sempat berontak, namun tak berdaya hingga akhirnya digilir ketiga pemuda yang sedang mabuk tuak tersebut.

Unit Reskrim Polres Purbalingga yang menerima laporan dari keluarga korban tak menunggu lama dan langsung menangkap ketiga pelaku. Identitas mereka masing-masing bernama Anton Hermawan (27) warga Desa Pekalongan , Kecamatan Bojongsari, Teguh Satrio (25) warga Desa Bumisari dan adiknya inisial Mo yang masih di bawah umur.

Kabag Ops Polres Purbalingga Kompol Sigit Ari Wibowo mengatakan, kronologi kejadian ini bermula saat pelaku Anton mengajak korban untuk bertemu. Karena saat itu hujan, pelaku mengajak korban ke pos kandang ayam tempat dia bekerja di Kecamatan Bojongsari, Purbalingga.

Di lokasi itu sudah ada dua pelaku lainnya. Mereka kemudian menenggak miras bersama. Saat itulah, muncul niat pelaku Anton berbuat tak senonoh kepada korban.

BACA JUGA: Ancam Sebar Foto Telanjang, Siswa SMA di Boyolali Cabuli Teman Sekolah

“Pelaku Anton ini mengajak berhubungan badan dan korban menolak. Pelaku memaksa dan dua rekannya memegangi korban hingga terjadi persetubuhan,” ujar Sigit saat ekspose di Mapolres Purbalingga, Kamis (23/1/2020).

Menurutnya, kasus ini terkuak setelah korban menceritakan kisah kelamnya tersebut kepada keluarga. Anggota keluarga yang tak terima melapor ke polisi yang kemudian menangkap ketiga pelaku.

Atas perbuatannya, masing-masing pelaku dijerat Pasal 81 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Polisi telah menahan pelaku dan ditetapkan tersangka serta menyita alat bukti berupa pakaian milik korban.


Editor : Donald Karouw