Kelabui Petugas dengan Memasukkan Sabu ke Anus, 3 Kurir Narkoba Diamankan

Eddie Prayitno ยท Rabu, 26 Februari 2020 - 11:55 WIB
Kelabui Petugas dengan Memasukkan Sabu ke Anus, 3 Kurir Narkoba Diamankan
Tiga kurir narkoba yang diamankan BNNP Jawa Tengah (Foto: iNews/Eddie Prayitno)

SEMARANG, iNews.id - Tiga kurir narkoba jaringan internasional ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada Selasa (25/2/2020). Modusnya, tersangka memasukan narkoba jenis sabu seberat 101,74 gram ke anus yang dibawa dari Batam menuju Kendal.

Pengungkapan penyelundupan sabu ini hasil kerja sama BNNP Jateng, bea cukai Semarang, BNN Kabupaten Kendal serta Polres Kendal. Petugas sudah mengendus kurir narkoba tersebut dari Batam, Kepulauan Riau (Kepri) saat menuju Bandara Juanda Surabaya.

Sabu seberat 101,74 gram dibawa tersangka Haryadi warga Kota Batam dan Kisro warga Montongsari, Weleri, Kendal. Mereka memasukan sabu ke anus untuk mengelabuhi petugas di bandara. Tiba di Bandara Juanda, kedua kurir mengeluarkan sabu dan membawanya lewat jalur darat menggunakan bus.

Ketika sampai di Semarang, mereka berganti angkutan dengan taksi menuju Kendal. Mereka mengantarkan pesanan sabu kepada Agus, warga Ringinarum, Kendal. Petugas BNN yang mengikuti tersangka dari Batam kemudian menangkap ketiganya di wilayah Kaliwungu

Kepala BNNP Jateng Brigjen Benny Gunawan mengatakan penyelundup narkoba ini merupakan jaringan internasional. Sabu yang dikirim dari Batam disebar ke seluruh wilayah di Indonesia seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah. Modus memasukkan sabu ke anus pun sering ditemukan petugas.

"Jadi ini modus operandinya dengan melalui anus, ini sudah kesekian kali. Kalau kami hitung empat atau lima kali masuk ke wilayah Jateng," kata Benny.

Sementara itu salah satu tersangka Haryadi mengaku hanya diminta mengantarkan barang ke Kendal dengan pesawat dari Batam ke Surabaya. Dia juga baru pertama kali ini menjadi kurir narkoba.

"Dimasukkan ke anus satu plastik, dikeluarkan pas mau buang air besar. Upahnya Rp10 juta," kata tersangka Haryadi.

Petugas mengamankan barang bukti sabu dan alat komunikasi. Tersangka dijerat dengan pasal 114, 112 dan 132 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal pidana mati.


Editor : Nani Suherni