Kemarau Panjang, 68 Desa di Kabupaten Purworejo Kesulitan Air Bersih

Joe Hartoyo ยท Jumat, 28 Juni 2019 - 13:54 WIB
Kemarau Panjang, 68 Desa di Kabupaten Purworejo Kesulitan Air Bersih
Petugas BPBD mengisi air bersih ke salah satu penampungan air di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (28/6/2019). (Foto: iNews/Joe Hartoyo)

PURWOREJO, iNews.idMusim kemarau panjang tahun ini mengakibatkan sejumlah daerah di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah (Jateng), dilanda kekeringan. Sedikitnya 68 desa di 11 kecamatan mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

Musibah kekeringan mulai dirasakan sejumlah desa sejak beberapa pekan terakhir. Bahkan, musim kemarau kali ini membuat beberapa desa yang sebelumnya tidak mengalami kekeringan mulai merasakan dampak.

Informasi diperoleh dari warga, ada tujuh desa yang pada musim kemarau sebelumnya tidak pernah mengalami kesulitan air bersih, kini mengajukan bantuan air bersih. Ketujuh desa itu yakni, Desa Clapar dan Kalirejo di Kecamatan Bagelen, Desa Karangsari dan Desa Pekacangan di Kecamatan Bener, serta Desa Kalikalong, Kalinongko, dan Desa Kaliglagah di Kecamatan Loano.


BACA JUGA: Memasuki Musim Kemarau, 10 Desa di Purworejo Alami Krisis Air Bersih


Kepala Pelaksana harian (Plh) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo Sutrisno mengatakan, dari data yang mereka peroleh, dari 68 desa yang mengalami kesulitan air bersih, tercatat paling parah dirasakan warga Kecamatan Bener dengan jumlah 10 desa. Kemudian, disusul Kecamatan Loano dan Kecamatan Bagelen, masing-masing sembilan desa.

“Sementara itu di Kecamatan Purworejo, sedikitnya tujuh desa terdampak musibah kekeringan. Lalu, di Kecamatan Kemiri, Pituruh, dan Bayan, masing-masing enam desa, Kecamatan Kaligesing, Grabag, dan Banyuurip masing-masing empat desa, serta di Kecamatan Gebang sebanyak tiga desa yang mengalami kesulitan air akses air bersih,” kata Sutrisno, Jumat (28/6/2019).

Dia mengatakan, dari desa-desa tersebut, beberapa di antaranya telah menerima bantuan air bersih dari BPBD Purworejo, yakni Desa Somorejo Kecamatan Bagelen, Desa Rowodadi Kecamatan Grabag, Desa Wonotulus, Donorati, dan Sidomulyo di Kecamatan Purworejo, serta Desa Rendeng, Kecamatan Gebang.

“BPBD Purworejo bersama PDAM akan terus men-dropping air bersih ke sejumlah desa yang terdampak kekeringan. Armada kami ada empat tangki dan enam sopir. Mereka bekerja dari ,jam 7 pagi hingga jam 9 malam, bahkan sampai jam 11 malam saat puncak-puncaknya kemarau,” ujarnya.


BACA JUGA: Dampak Musim Kemarau, 8 Kecamatan di Bantul DIY Dilanda Kekeringan


BPBD juga mengimbau warga yang terdampak kekeringan untuk segera melapor kepada BPBD Purworejo agar mendapat bantuan air bersih. Selain itu, warga diharapkan melapor jika mengetahui sumber-sumber air bersih di desa masing-masing-masing.

Salah seorang warga mengatakan, mereka sudah mulai kesulitan mendapatkan air bersih sejak Lebaran. Sementara debit air di sejumlah sumber air di sana juga sedikit.

“Kebutuhan air di sini tinggi, sementara debit air telanjur minim sehingga pulihnya juga susah. Sebelumnya kami sudah memaksimalkan sumber air yang ada, namun sampai saat ini masih kekurangan. Kami harus berhemat,” kata warga, Budi Wahono.


Editor : Maria Christina